Muhammad Yunus
Senin, 12 Januari 2026 | 19:46 WIB
Suasana lokasi pasca kericuhan Kalibata, Jakarta, Senin (12/1/2026) [Suara.com/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Kericuhan di depan TMP Kalibata mengakibatkan delapan pedagang gulung tikar dan kerugian sekitar Rp1,2 miliar.
  • Sebanyak 20 dari 37 pedagang terdampak belum menerima bantuan yang memadai untuk memulihkan usaha mereka.
  • Para pedagang masih terkendala modal untuk memulai kembali usaha setelah tragedi yang terjadi sebulan lalu.

SuaraBekaci.id - Sebanyak delapan pedagang gulung tikar akibat kericuhan yang menewaskan dua penagih utang (debt collector) di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, beberapa pekan lalu.

"Ada delapan tenda yang gulung tikar dari kejadian tersebut," kata salah satu pemilik kios yang terbakar Henny Maria kepada wartawan di Kalibata Jakarta, Senin (12/1).

Henny mengatakan, hingga kini 20 dari 37 kios terdampak belum menerima bantuan yang mencukupi untuk kembali membangun usahanya.

Apalagi dia masih kesusahan untuk mengumpulkan modal demi kembali berjualan pasca satu bulan tragedi.

"Sebagian besar masih banyak yang terkendala. Intinya, kami harus menambah modal lagi untuk terpaksa membuka lapak lagi dari awal," katanya.

Dia mengaku sudah tiga tahun lalu berdagang bersama pedagang lainnya. Dia butuh waktu dan tenaga untuk bisa kembali pulih.

Menurut dia, ada pihak telah berjanji memberikan bantuan. "Kami sangat berharap itu bisa terealisasi dan memberikan kami dukungan untuk pulih," katanya.

Hingga kini, pihaknya masih menjalankan kewajiban untuk memenuhi panggilan Polda Metro Jaya guna memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

Dia berharap dengan adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak bisa mencegah kejadian anarkis yang merugikan banyak pihak di Kalibata.

Baca Juga: Viral, Ojol Dikeroyok Debt Collector di Jatiasih, Motor Dirampas dan Wajah Ditendang

Kerugian akibat kericuhan yang menewaskan dua orang penagih utang (debt collector) di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, mencapai sekitar Rp1,2 miliar.

Load More