- Pedagang daging Jabodetabek mogok berjualan sejak Kamis hingga Sabtu sebagai protes kenaikan harga karkas di RPH.
- Harga sapi hidup naik signifikan menyebabkan harga eceran daging segar mencapai Rp150.000 per kilogram di pasaran.
- Dampak kerugian ekonomi di Kabupaten Bekasi akibat mogok ini diperkirakan mencapai Rp2 miliar setiap harinya.
SuaraBekaci.id - Kelangkaan daging sapi segar tengah melanda wilayah Kabupaten Bekasi dan sekitarnya.
Aksi mogok massal yang dilakukan para pedagang daging sejak Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1) memicu kekosongan stok di pasar tradisional.
Berikut adalah 5 fakta penting yang perlu Anda ketahui mengenai kondisi kelangkaan daging saat ini:
1. Aksi Mogok Serentak Se-Jabodetabek
Kelangkaan ini bukan tanpa alasan. Para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) melakukan aksi mogok berjualan selama tiga hari berturut-turut.
Aksi ini dilakukan serentak di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sebagai bentuk protes atas tingginya harga karkas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
2. Lonjakan Harga yang Tak Terkendali
Pemicu utama mogok kerja ini adalah harga sapi hidup yang melambung tinggi. Berdasarkan data Dinas Perdagangan:
Harga Sapi Hidup: Naik menjadi Rp55.000 - Rp60.000/kg (dari semula di bawah angka tersebut).
Baca Juga: Karung Pasir dan Bronjong Jadi Tameng Sementara Warga Bekasi
Harga Eceran: Melonjak hingga Rp140.000 - Rp150.000/kg, jauh di atas harga normal yang berkisar antara Rp120.000 - Rp130.000/kg.
3. Kerugian Ekonomi Mencapai Rp2 Miliar per Hari
Dampak paling nyata dirasakan oleh para pengusaha kuliner, khususnya pedagang mi dan bakso. Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso) mencatat:
Di Kabupaten Bekasi saja, terdapat sekitar 2.000 pedagang yang terdampak.
Potensi kerugian ekonomi di Bekasi mencapai Rp2 miliar per hari.
Secara nasional (20.000 pedagang), kerugian ditaksir menembus Rp20 miliar per hari.
4. Daging Beku Jadi Solusi Darurat
Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi mengimbau pedagang makanan agar beralih sementara ke daging sapi beku yang tersedia di swalayan.
Selain stoknya yang melimpah, harga daging beku relatif lebih stabil dan terjangkau, yakni berkisar antara Rp100.000 hingga Rp105.000/kg.
5. Desakan Perbaikan Tata Niaga
Ketua Papmiso, Bambang Haryanto, mengingatkan kembali janji pemerintah terkait pembenahan tata kelola niaga daging sapi.
Para pedagang berharap pemerintah bertindak tegas terhadap oknum pedagang besar yang diduga memainkan harga.
Agar stabilitas harga daging segera kembali normal demi kesejahteraan pedagang kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Lokasi Samsat Keliling di 14 Titik Wilayah Jadetabek
-
Fitur QRIS Tap dari BRImo, Bayar TransJakarta Jadi Lebih Praktis dan Mudah
-
Cara Mengelola THR agar Lebaran Tidak Berujung Pusing
-
BRI Dukung Asta Cita dan Program 3 Juta Rumah, Target 60 Ribu Unit
-
98 Mal Jakarta Gelar Promo Spesial di Tahun Baru Imlek