- Dewan Perdamaian Gaza resmi terbentuk pada 22 Januari 2026 di Davos, Swiss, diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump.
- Pembentukan dewan tersebut melibatkan 20 negara, termasuk Indonesia, dan bertujuan untuk demiliterisasi serta rekonstruksi di Gaza.
- China menyatakan enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai peresmian Dewan Perdamaian Gaza tersebut melalui juru bicaranya.
SuaraBekaci.id - Pemerintah China enggan mengomentari telah resminya pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Kami telah menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai Dewan Perdamaian Gaza dan tidak ada lagi yang perlu ditambahkan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun saat menjawab pertanyaan wartawan soal dewan tersebut dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (23/1).
Dewan Perdamaian Gaza resmi terbentuk dengan penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian untuk Gaza pada 22 Januari 2026 di Davos, Swiss.
Piagam tersebut ditandatangani oleh para pemimpin atau perwakilannya yang berasal dari 20 negara yakni Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Armenia, Bahrain, Azerbaijan, Bulgaria, Hongaria, Indonesia, Kazakhstan, Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Maroko, Qatar, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Yordania.
Presiden AS Donald Trump sebagai inisiator Dewan Perdamaian Gaza mengatakan lembaga tersebut akan bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Untuk menangani krisis global yang melampaui Jalur Gaza.
“Kami berkomitmen untuk memastikan Gaza didemiliterisasi, dikelola dengan baik, dan dibangun kembali dengan indah. Ini akan menjadi rencana yang hebat, dan di situlah Dewan Perdamaian benar-benar dimulai,” kata Trump.
Ia menambahkan bahwa mandat dewan itu dapat diperluas ke isu-isu lain seiring keberhasilan upaya di Gaza.
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyebut keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza merupakan bukti diakuinya peran Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Palestina.
Baca Juga: 2 Jalan Indonesia Kirim 20 Ribu Pasukan ke Gaza
“Keanggotaan kita di dalamnya merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap diplomasi Indonesia serta pada posisi dan pandangan Indonesia terhadap perdamaian dunia dan, khususnya, perdamaian di kawasan tersebut,” kata Sugiono.
Menurut dia, bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza merupakan langkah konkret yang selaras dengan dukungan dan perjuangan Indonesia bagi bangsa Palestina demi mewujudkan kemerdekaan dan pengakuan kedaulatan Palestina ke depannya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyebut Dewan Perdamaian Gaza merupakan kesempatan bersejarah untuk mencapai perdamaian di Gaza, dan Indonesia memiliki komitmen besar untuk berperan dalam mewujudkan hal tersebut bagi kebaikan rakyat Palestina.
Terlebih pos perbatasan di Rafah pun akan segera dibuka untuk masuknya bantuan kemanusiaan, selain itu Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) akan segera dibentuk untuk mewujudkan perdamaian di Gaza.
Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza menyusul persetujuan Dewan Keamanan PBB pada November 2025 atas resolusi 2803 yang diusulkan AS untuk mendukung rencana komprehensif Trump terkait penyelesaian konflik di Jalur Gaza.
Rencana AS untuk Gaza mengusulkan adanya pemerintahan internasional sementara di wilayah tersebut serta mandat militer bagi pasukan stabilisasi internasional yang akan dikerahkan dengan koordinasi Israel dan Mesir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Begini Respons China Soal Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza
-
Warga Cianjur Saksikan Cahaya Berekor Disusul Dentuman Keras di Langit
-
6 Fakta Unik Sidik Jari Manusia yang Jarang Diketahui Publik
-
Banjir di Jakarta Meluas
-
BRI Sediakan Akses Layanan Keuangan dan Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha