- Dewan Perdamaian Gaza resmi terbentuk pada 22 Januari 2026 di Davos, Swiss, diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump.
- Pembentukan dewan tersebut melibatkan 20 negara, termasuk Indonesia, dan bertujuan untuk demiliterisasi serta rekonstruksi di Gaza.
- China menyatakan enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai peresmian Dewan Perdamaian Gaza tersebut melalui juru bicaranya.
Di dalam Dewan Perdamaian Gaza juga dibentuk Dewan Eksekutif/Dewan Pengarah Dewan Perdamaian Gaza yang terdiri dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, menantu Donald Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, miliarder AS yang juga CEO Apollo Global Management, Presiden Bank Dunia Ajay Banga dan penasihat keamanan nasional AS Robert Gabriel.
Selain Dewan Perdamaian, dibentuk juga Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG) yang dipimpin teknokrat kelahiran Gaza Ali Sha'ath untuk mengawasi pemulihan layanan publik, pembangunan kembali institusi sipil dan stabilisasi kehidupan sehari-hari di Gaza.
Direktur Jenderal Dewan Perdamaian Gaza adalah Nickolay Mladeno, diplomat sekaligus mantan Menteri Pertahanan Bulgaria yang bertugas menjadi penghubung antara Dewan Perdamaian dan NCAG serta mengawasi Dewan dalam seluruh aspek tata kelola, rekonstruksi, dan pembangunan Gaza.
Sementara Mayor Jenderal Jasper Jeffers, perwira tinggi Angkatan Darat AS ditunjuk sebagai Komandan ISF. Ia akan memimpin operasi keamanan, demiliterisasi Gaza serta penyaluran bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi secara aman.
Selain itu, dibentuk juga Dewan Eksekutif yang membantu mendorong tata kelola yang efektif dan penyediaan layanan berstandar terbaik guna memajukan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bagi rakyat Gaza.
Anggota Dewan tersebut adalah Steve Witkoff, Jared Kushner, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, diplomat Qatar Ali Al-Thawadi, pejabat intelijen Mesir Jenderal Hassan Rashad, Tony Blair, Marc Rowan, Menteri Negara untuk Kerja Sama Internasional Uni Emirat Arab Reem Al-Hashimy, Nickolay Mladenov, pengusaha Israel Yakir Gabay dan diplomat Belanda Sigrid Kaag.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan