- Pemerintah Kabupaten Bekasi tangani darurat tanggul jebol di Muaragembong dengan karung pasir dan bronjong.
- Penanganan permanen tanggul kritis akan segera dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) setelah komunikasi dilakukan.
- Pemerintah daerah juga survei menyeluruh, siapkan pengerukan sungai, serta skema relokasi bagi warga bantaran sungai.
SuaraBekaci.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan penanganan darurat di sejumlah titik tanggul kritis di sepanjang Sungai Citarum menyusul jebolnya tanggul di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong dua hari lalu.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan penanganan darurat dilakukan menggunakan karung pasir dan bronjong untuk menahan luapan air sambil menanti penguatan tanggul secara permanen oleh pihak berwenang yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
"Kewenangan kabupaten sifatnya sementara. Kami sudah berkomunikasi dengan BBWS untuk penguatan permanen. Jangan sampai tanggul ini terus-menerus jebol karena dampaknya sangat luas bagi masyarakat," katanya di Cikarang, Rabu (21/1).
Dia menegaskan pemerintah daerah segera melakukan survei menyeluruh terhadap kondisi tanggul.
Terutama di wilayah yang mengalami pendangkalan maupun belum memiliki dinding penahan mengingat tinggi potensi banjir pada area-area tersebut.
Selain pengerukan sungai dan pembangunan tanggul, pemerintah daerah juga menyiapkan skema relokasi bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.
Setelah bersepakat untuk bersedia dipindahkan demi keselamatan jangka panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis melaporkan tanggul jebol di Muaragembong sepanjang delapan meter telah ditangani secara darurat guna mencegah air sungai kembali meluap ke permukiman warga.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan BBWS dan Baznas Kabupaten Bekasi untuk pengiriman bantuan material darurat yang akan digunakan untuk perbaikan sementara di titik-titik tanggul kritis.
Baca Juga: 28 KA di Jawa Batal Berangkat Akibat Banjir Jakarta dan Pantura
"Karung, bronjong, dan material penguat sudah dikirimkan. Kami juga mengidentifikasi titik kritis tanggul lain di Cabangbungin untuk segera dicek BBWS sebelum kerusakan bertambah parah. Sementara kita lakukan penanganan darurat," ujarnya.
Muchlis melanjutkan, selain di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, satu titik tanggul jebol juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Pebayuran.
"Penanganan sementara juga telah dilakukan di tingkat kecamatan dan selanjutnya akan diusulkan untuk penanganan teknis oleh BBWS," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
Terkini
-
Karung Pasir dan Bronjong Jadi Tameng Sementara Warga Bekasi
-
Ini Penyebab Penyakit Campak di DKI Jakarta Belum Hilang
-
Rupiah Mendekati Rp17 Ribu per Dolar AS, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan Warga Indonesia
-
Simak 5 Panduan Benar Unggah Foto Rumah Supaya Lolos KIP-Kuliah
-
Sosok Andy Dahananto Pilot Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung