"Pengenaan tarif yang sangat tinggi oleh AS terhadap China secara serius melanggar aturan perdagangan internasional dan bertentangan dengan hukum ekonomi dasar serta akal sehat. Ini sepenuhnya merupakan praktik intimidasi dan pemaksaan sepihak," demikian disebutkan dalam laman tersebut.
Kementerian itu juga menyebut "Pada tingkat tarif seperti saat ini, kemungkinan tidak ada lagi pasar yang menerima barang-barang AS yang diekspor ke China, maka jika pemerintah AS terus menaikkan tarif atas barang China maka kami akan mengabaikannya,".
"Saya tegaskan bahwa jika AS benar-benar ingin menyelesaikan masalah ini melalui dialog dan negosiasi, AS harus menghentikan tekanan maksimum dan perilaku yang tidak menentu dan merusak. Hal ini tidak akan pernah berhasil dengan China," tambah Lin Jian.
Jika AS bertekad untuk berperang dalam tarif dan perdagangan, kata Lin Jian, tanggapan China akan terus berlanjut hingga akhir.
"China adalah negara yang bertanggung jawab. Kami telah mengambil tindakan balasan terhadap perilaku intimidasi AS, tidak hanya untuk melindungi hak dan kepentingan kami, tetapi juga untuk menegakkan aturan dan ketertiban internasional, kepentingan bersama negara-negara di dunia, serta keadilan dan kewajaran internasional," ungkap Lin Jian.
Dalam menghadapi hegemoni dan intimidasi AS, Lin Jian meminta AS mengingat ucapan "Beri si penindas satu inci, maka ia akan mengambil satu mil" atau dapat diartikan bila memberikan sedikit toleransi atau keleluasaan kepada penindas, maka ia akan terus mengambil keuntungan.
Kontributor : Mae Harsa
Berita Terkait
-
Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi Dianiaya Secara Brutal, Ini Ancaman Hukuman untuk Tersangka
-
Viral Dua Preman Ngamuk di Pasar Baru Bekasi, Pelaku Positif Sabu-sabu
-
Demo Tolak UU TNI, Pendemo di Bekasi Dilaporkan ke Polisi Gegara Ini
-
Cerita Siswa SMAN 21 Bekasi Gagal Ujian Gegara Gedung Sekolah Diterjang Banjir
-
Bekasi Banjir Pilih Ngungsi ke Hotel, Istri Walkot Bekasi: Cuma Sebentar
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK