- Menko Abdul Muhaimin Iskandar melaporkan program kemiskinan dan ketenagakerjaan kepada Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5).
- Pemerintah mendukung UMKM melalui subsidi pelatihan, akses permodalan KUR, dan pengembangan program 1.001 titik pasar rakyat bagi pelaku usaha.
- Pemerintah akan mencoret penerima bantuan sosial yang terlibat judi daring serta mengimplementasikan program perluasan lapangan kerja bagi masyarakat.
SuaraBekaci.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menghadap Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, untuk melaporkan sejumlah program kerja, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga penciptaan lapangan kerja.
"Hari ini saya akan melaporkan semua tanggung jawab pekerjaan saya sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat, mulai dari mengatasi kemiskinan, program-program pemberdayaan dan target-target penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas UMKM," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5).
Cak Imin menyampaikan, pemerintah terus mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program 1.001 titik pasar rakyat guna membantu pelaku UMKM memperoleh pasar yang lebih bergairah.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga menyalurkan subsidi pelatihan dan memperluas akses permodalan bagi UMKM.
Dia mengatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus meningkat dan akan terus ditingkatkan. Dalam waktu dekat, sebanyak 1.000 pelaku UMKM di Bali akan menerima KUR.
"Alhamdulillah, KUR terus meningkat dan kita akan terus tingkatkan KUR untuk UMKM kita. besok pagi, 1.000 UMKM akan menerima KUR di Bali," ujarnya.
Lebih lanjut, Cak Imin mengatakan dirinya juga akan melaporkan perkembangan program SMK Go Global yang ditujukan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lulusan SMK di luar negeri, terutama bagi lulusan dari kelompok desil 1 atau daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi.
Terkait pengentasan kemiskinan, Cak Imin mengatakan pemerintah terus menangani persoalan judi daring.
Penerima bantuan sosial yang diketahui menggunakan bantuan untuk judi daring akan dicoret dari daftar penerima bantuan sosial.
Baca Juga: Jenazah Anak Kami Tak Bisa Pulang: Jerit Keluarga Ikhwan Warga Bekasi yang Tewas di Kamboja
"Sampai hari ini terus kita atasi, ya. Langsung yang menggunakan bantuan sosial untuk judol, langsung otomatis dicoret dari penerima bantuan," kata dia.
Selain itu, dia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan program “10 juta bekerja dan 10 juta naik kelas” untuk memperkuat pertumbuhan UMKM dan mendorong lahirnya kelas menengah yang lebih kuat.
"Kita punya program 10 juta bekerja dan 10 juta naik kelas. Salah satunya agar UMKM kita tumbuh dan melahirkan kelas menengah yang kuat, yang tumbuh," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Kemendagri Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Bekasi
-
Jalani Sidang Korupsi Chromebook Saat Sakit, Nadiem Makarim: Besok Saya Harus Operasi
-
Viral Wamentan Laporkan Kinerja Sektor Pertanian ke Jokowi
-
Gerebek Pasar Babelan, Polres Metro Bekasi Ringkus Pengedar Ratusan Butir Obat Keras
-
Stok Solar Kembali Tersedia di Harga Rp30.890 per Liter