SuaraBekaci.id - Warga Kampung Lebak, RT 6 dan RT 7 RW 002, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, kembali dilanda banjir kiriman dari Bogor melalui Kali Bekasi, sejak Sabtu (9/11/2024).
Meski kini, Senin (11/11/2024) banjir sudah surut, namun sejumlah warga terdampak masih sibuk membersihkan rumah mereka yang sebelumnya tergenang banjir.
Salah satunya Mirah (47), siang ini dirinya masih sibuk membereskan barang-barang di rumahnya yang sebelumnya saat banjir tiba sempat ia pindahkan ke lantai dua rumahnya.
“Sebelum ini (banjir) kan sudah dikasih tahu, orang kelurahan itu udah pada keliling ngasih tahu banjir dari bogornya katanya. Jadi buru-buru beberes gitu,” ujar Mirah saat ditemui wartawan, Senin (11/11/2024).
Mirah menceritakan, banjir mulai menggenangi rumahnya Sabtu (9/11) sekira pukul 23.00 WIB. Semakin malam ketinggian air semakin meningkat hingga kurang lebih mencapai 2 meter.
“Kira kira 2 meter (tinggi banjir) ya,” ucapnya.
Dilanda banjir kiriman dari Bogor dipastikan akan selalu dirasakan oleh Mirah dan sejumlah warga kampung Lebak lainnya. Mirah mengatakan, kali ini merupakan banjir kiriman pertama di tahun 2024.
Saat banjir melanda, ia dan keluarga tak bisa beraktivitas normal. Berdiam diri di lantai dua rumahnya adalah satu-satunya yang bisa dilakukan Mirah dan keluarga.
“Saya di sini saja (di rumah) berempat saya, anak saya dua, sama suami, (Seharian) di atas,” tuturnya.
Baca Juga: Korban Kebakaran Pabrik di Bekasi Dapat Santunan? Begini Penjelasan BPJS Ketenagakerjaan
Warga lainnya yang terdampak ialah Samsuri. Ia tinggal sekitar 300 meter dari lokasi tanggul Kali Bekasi.
Ia mengungkapkan, banjir kiriman yang melanda wilayahnya telah membuat kebun terong dan pisang miliknya penuh lumpur pasca banjir surut.
“Panen itu harusnya, cuma itu yang udah gede-gede saya petik soalnya kalau kaya gini (terendam banjir) udah membusuk gak enak,” ujar Samsuri.
Sebagai warga biasa, Samsuri mengatakan tak banyak yang bisa ia lalukan ketika tahu tempat tinggalnya menjadi wilayah langganan banjir kiriman.
Kebun tersebut bahkan merupakan harta satu-satunya yang kini ia miliki sejak dirinya tak lagi bekerja.
Hal itulah yang membuat Samsuri memilih tetap tinggal di wilayah tersebut sambil tetap berkebun, meski tahu sewaktu-waktu kebun miliknya akan habis dilanda banjir.
Berita Terkait
-
Korban Kebakaran Pabrik di Bekasi Dapat Santunan? Begini Penjelasan BPJS Ketenagakerjaan
-
Ini Alasan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie Pilih Bekasi Jadi Lokasi Kampanye Akbar Perdana
-
Pilkada 2024: Calon Walkot Bekasi Heri Koswara Bakal Bentuk Satgas Anti Korupsi
-
Cerita Putri Pahlawan Nasional Kusumah Atmaja yang Hidup Sederhana
-
Pilgub Jabar: Warga Kota Bekasi Dibayar 200 Perak Lipat dan Sortir Kertas Suara
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat
-
5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini
-
Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei
-
Perkuat Layanan Digital bagi PMI, BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Siapa Tersangka Baru?