SuaraBekaci.id - BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen dalam waktu dekat akan membayarkan manfaat kepada peserta yang menjadi korban kebakaran di PT. Jati Perkasa Nusantara (JPN), Medan Satria, Kota Bekasi.
Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Bekasi, Elia Kustantini, mengatakan para korban nantinya akan menerima santunan kecelakaan kerja berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“Pak Kadis (Kepala Dinas Tenaga Kerja) pinginnya penyerahan santunan itu paling lambat hari Senin. Senin minggu depan,” ujar Elia, di kantor Disnaker Kota Bekasi, Senin (11/11/2024).
Elia menjelaskan, santunan kecelakaan kerja JKK - JKM besaran nominalnya adalah 48 kali upah yang dilaporkan. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan beasiswa untuk putra-putri korban yang masih bersekolah, jaminan hari tua serta jaminan pensiun.
“Variatif ya (jumlah santunan yang diterima korban). Tadi saya belum ngitung banget sih. Antaranya mungkin sih sekitar yang pasti di atas 100 juta lebih ya,” ucapnya.
Kebakaran yang melanda pabrik produsen pakan ternak ini menelan sembilan korban jiwa dan tiga korban luka.
Elia memastikan, selain menyalurkan santunan, seluruh biaya pengobatan bagi tiga korban korban luka juga sudah ditanggung oleh BPJS.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih mengatakan, setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan BPJS Ketenagakerjaan dan PT JPN, dapat dipastikan bahwa hak-hak korban dalam kategori aman.
“Saat ini para korban itu semuanya ditanggung oleh pihak perusahaan. Kemudian hak-hak korban juga sedang dipersiapkan proses administrasinya,” ujar Zarkasih.
Baca Juga: Kampanye Akbar di Bekasi, Syaikhu-Ilham Habibie Janjikan Buka 3 Juta Lapangan Kerja
“Saya minta tadi kepada BPJS Ketenagakerjaan kemudian perusahaan, berharap hari Senin depan itu sudah bisa diberikan uang duka untuk ahli warisnya,” imbuhnya.
Selain itu, Zarkasih juga menyampaikan bahwa pasca kebakaran PT JPN berenti beroperasi hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
Meski begitu, Zarkasih memastikan bahwa pihak perusahaan telah berkomitmen untuk tetap membayarkan hak-hak karyawan yang saat ini dirumahkan.
“Sampai dengan saat ini mereka dirumahkan, mereka akan tetap menerima upahnya, artinya tetap berjalan (upah) sesuai dengan biasa saja,” ucapnya.
Kontributor : Mae Harsa
Berita Terkait
-
Kampanye Akbar di Bekasi, Syaikhu-Ilham Habibie Janjikan Buka 3 Juta Lapangan Kerja
-
Ini Alasan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie Pilih Bekasi Jadi Lokasi Kampanye Akbar Perdana
-
Pilkada 2024: Calon Walkot Bekasi Heri Koswara Bakal Bentuk Satgas Anti Korupsi
-
Cerita Putri Pahlawan Nasional Kusumah Atmaja yang Hidup Sederhana
-
Tragis! Jenazah Korban Kebakaran Pabrik Bekasi Terpaksa Dimakamkan Tanpa Peti
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
BRI: Tata Kelola Perusahaan yang Kuat Jadi Prasyarat Utama Menjaga Keberlanjutan Bisnis
-
Kabupaten Bekasi Diserbu Sampah Liar
-
BRI Peduli Bekali 60 Purna PMI di Cirebon dengan Pelatihan dan Pendampingan Usaha
-
Kaca Mobil Adinda Cresheilla Hancur Dilempar Batu, Polisi Buru Pelaku
-
Kedok Warung Kopi di Bekasi Terbongkar, Ternyata Jadi Sarang Peredaran Obat Keras