- Anggota DPR Abdullah mendesak polisi mengusut sindikat peng intimidasi korban curanmor Viola di Bekasi pada Selasa.
- Viola Putri diintimidasi saat mencari motornya yang hilang di Medan Satria, Kota Bekasi, pada Senin.
- Abdullah meminta penegak hukum menindak tegas pelaku intimidasi agar korban mendapat kepastian dan keadilan hukum.
SuaraBekaci.id - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta aparat kepolisian untuk mengusut sekelompok orang diduga sindikat yang mengintimidasi seorang perempuan yang menjadi korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Bekasi, Jawa Barat.
Ia mengatakan kejadian yang menimpa seorang perempuan bernama Viola Putri dan terekam dalam video yang beredar di media sosial itu sangat janggal.
Karena korban justru mendapatkan intimidasi ketika berupaya untuk mencari kendaraannya yang hilang.
"Korbannya tidak dibela, tetapi justru diintimidasi. Ini yang membuat saya merasa janggal. Karena itu, saya mendesak kepolisian mengusut tuntas dugaan kasus pencurian motor ini, termasuk mendalami apakah ada sindikat yang bekerja di balik peristiwa tersebut atau tidak," kata Abdullah di Jakarta, Selasa 4 Agustus 2026.
Ia juga mendesak aparat penegak hukum menindak tegas setiap orang yang terbukti melakukan kekerasan maupun intimidasi terhadap korban.
Menurut ia, tindakan tegas penting untuk menjadi edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, terlebih terhadap seseorang yang sedang berupaya mencari keadilan atas dugaan tindak pidana yang dialaminya.
"Jangan sampai setelah kehilangan harta benda, korban kembali kehilangan rasa aman dan kepastian hukum," imbuhnya.
Abdullah juga meminta aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan meningkatkan edukasi hukum dan hak asasi manusia.
Kepada masyarakat agar tidak mengambil tindakan yang berpotensi menghambat proses hukum maupun merugikan korban.
Baca Juga: Calon Kades Petahana Kabupaten Bekasi Diminta Cuti
"Jika tindakan intimidasi terhadap korban dibiarkan, hal itu dapat mencederai marwah hukum yang seharusnya memberikan kepastian, kemanfaatan, dan keadilan bagi setiap warga negara," katanya.
Sebelumnya, kasus intimidasi tersebut menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan Viola Putri, korban dugaan pencurian sepeda motor di kawasan Medan Satria, Kota Bekasi, beredar luas di media sosial pada Senin (3/8).
Dalam video tersebut, korban mengalami intimidasi saat berupaya mencari sepeda motor miliknya yang hilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Hati-hati Terjebak Macet! Puncak Arus Balik Libur Maulid Nabi di Jakarta Terjadi Hari Ini
-
Setelah Hampir 10 Tahun Merantau, Yuni Lestari Akhirnya Dipertemukan dengan Ibunya oleh BRI
-
BRI Perkuat Koneksi Finansial Indonesia-Taiwan melalui BRImo Taiwan
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan, Hery Gunardi Raih Best CEO Finance Asia 2026