SuaraBekaci.id - Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Ahmad Syaikhu menanggapi hasil survei Poltracking Indonesia yang menunjukkan elektabilitas pasangan calon (paslon) Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan berada di peringkat 1 dengan perolehan 65,9 persen. Persentase tersebut unggul jauh dibandingkan paslon lainnya.
Kendati demikian, Syaikhu menanggapi hasil tersebut dengan santai. Ia mengatakan, bahwa pihaknya masih punya waktu yang cukup untuk mengejar ketertinggalan.
“Ya enggak apa-apa namanya juga ini kan berproses masih ada progres. 50 hari ini adalah waktu yang masih cukup untuk mengejar namanya elektabilitas. Oleh karena itu saya juga enggak berdiam diri,” kata Syaikhu di Bekasi, Kamis (10/10/2024).
Syaikhu menyebut, sejak masa kampanye dimulai, ia dan Ilham Habibie sudah fokus berkeliling Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, dia bercengkerama langsung dengan masyarakat, menyampaikan visi misi dan mendengarkan aspirasi sejumlah warga. Setelah bertemu langsung dengan masyarakat, Syaikhu mengatakan respon positif selalu diterima pihaknya.
“Dengan begitu, banyak kemudian memunculkan dukungan-dukungan dari masyarakat dan mereka bersedia melakukan deklarasi secara spontan,” ujarnya.
“Oleh karena itu saya optimis dalam sisa waktu perjalanan ini mudah-mudahan ada peningkatan-peningkatan elektabilitas bagi pasangan ASIH,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, hasil survei Poltracking Indonesia periode September 2024 menunjukkan elektabilitas pasangan calon gubernur dan calon wakil gubermur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan unggul jauh dari paslon lainnya yakni sebesar 65,9 persen.
Sementara posisi kedua ditempati oleh pasangan Ahmad Syaikhu - Ilham Habibie dengan elektabilitas sebesar 11,8 persen. Ketiga diduduki paslon Acep Adang Ruhiat - Gitalis Dwi Natarina dengan perolehan elektabilitas 5,2 persen. Terakhir, paslon Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja dengan elektabilitas 2,9 persen.
Baca Juga: Dapat Dukungan Guru TPQ, Calon Wali Kota Tri Adhianto Janjikan Ini
Diketahui, survei Poltracking Indonesia di Jawa Barat dilakukan terhadap 1.200 responden dengan metode tatap muka.
Kontributor : Mae Harsa
Berita Terkait
-
Dapat Dukungan Guru TPQ, Calon Wali Kota Tri Adhianto Janjikan Ini
-
Pilkada Kota Bekasi 2024: APK Paslon Heri Koswara-Sholihin Dirusak OTK
-
Ini Jadwal Debat Perdana Pilkada Kota Bekasi, KPUD: Format Masih Dirumuskan
-
Banyak Pelaku UMKM Terjerat Pinjol, Apa yang Bisa Dilakukan Calon Walkot Bekasi?
-
Suara Minoritas Jadi Incaran Heri Koswara-Sholihin di Pilkada Kota Bekasi
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat
-
5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini
-
Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei
-
Perkuat Layanan Digital bagi PMI, BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Siapa Tersangka Baru?