SuaraBekaci.id - Menjelang tahun ajaran 2024/2025, sejumlah pedagang seragam sekolah di Pusat Pertokoan Kranji, Jalan Jendral Sudirman, Bekasi Barat, Kota Bekasi, mengeluhkan adanya penurunan omzet.
Hal itu salah satunya diungkapkan oleh salah satu pegawai toko seragam sekolah yang ada di blok C1, Maya (35), dia menyebut meski diperkirakan sekitar satu minggu lagi kegiatan sekolah di Kota Bekasi akan dimulai, namun hingga kini belum ada peningkatan pembelian di tokonya.
"Sebenarnya sekarang-sekarang harusnya sudah mulai (ramai pembeli), cuman ya masih gimana ini belom ada gebrakan," kata Maya saat ditemui SuaraBekaci.id, Senin (8/7/2024).
Bahkan kata Maya, jika dibandingkan tahun sebelumnya, omzet tokonya kali ini mengalami penurunan hingga 40 persen.
"(Omzet toko) menurun si jauh, 40 persen lah," ujarnya.
Menurut Maya, penurunan omzet yang dialami tokonya diduga karena pengaruh dari sejumlah sekolah yang ikut menyediakan seragam sekolah.
Berdasarkan informasi yang diterima dari pelanggannya, beberapa sekolah mewajibkan orang tua siswa untuk membeli seragam yang telah disediakan oleh pihak sekolah.
"Katanya ada tambahan seragam juga di sekolah, kaya pramuka, ada juga yang seragam putihnya pada beli di sana, ada yang semuanya beli di sekolah juga ada. Jadi kayak gitu sekarang kebanyakan sekolah ngadain (jual) seragam," tuturnya.
Maya menambahkan, pihak sekolah yang biasanya mewajibkan orang tua siswa untuk membeli seragam di sekolah adalah sekolah swasta.
Baca Juga: Baru Rekrut Eks Pemain Bekasi FC Rizky Dwi Pangestu, Persebaya Surabaya Kenalkan Slavko Damjanovic
"Banyakan sih swasta, kalo negeri paling dia pramuka nya aja atau batiknya aja yang beli di sekolah. Tapi kadang-kadang yang swasta ada juga yang semua (seragam) dari sekolah," jelasnya.
Sebagai pedagang, Maya berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk mengatur persolan tersebut. Sebab, persoalan pihak sekolah ikut menjual seragam bukan hanya dikeluhkan olehnya sebagai pedagang, namun juga dikeluhkan oleh orang tua murid.
"Harapannya ya kalo itu sekolah gausah ngadain jualan seragam biar orang-orang beli di luar (toko seragam). Karena kebanyakan konsumen tuh bilang kalo beli di sekolah harganya lebih mahal," kata Maya.
"Kadang ada yang nanya kenapa gak boleh beli di luar, oh gabisa itu udah kebijakan sekolah kayak gitu," imbuhnya.
Kontributor : Mae Harsa
Berita Terkait
-
Baru Rekrut Eks Pemain Bekasi FC Rizky Dwi Pangestu, Persebaya Surabaya Kenalkan Slavko Damjanovic
-
Kebakaran Gudang Sebabkan Satu Keluarga Tewas, Tim Puslabfor Polri Bawa Benda Ini dari TKP
-
Viral! Detik-detik Mobil Sigra Kabur Usai Isi Pertamax Rp300 Ribu, Publik Ramai-ramai Mengutuk
-
Perangai Satu Keluarga Tewas di Kebakaran Gudang di Jatiasih Diungkap Tetangga
-
Detik-detik Memilukan Satu Keluarga di Jatiasih Tewas Terbakar: Tunggang Langgang Masuk Kamar Mandi
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
MUI Bekasi Dorong Pendekatan Ini Lindungi Remaja dari Pergaulan Menyimpang
-
Warga Jakarta Gelar Salat Istisqa Minta Turun Hujan
-
Transformasi Mulai Berdampak, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026
-
Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang
-
Produsen Keju Nasional Gandeng Perusahaan Prancis, Industri Keju Indonesia Naik Kelas