SuaraBekaci.id - Poros ketiga bakal dibangun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai kekuatan baru di Pilkada Kabupaten Bekasi 2024. Poros ini dibangun sebagai tandingan dua poros yang dibentuk parpol lainnya.
Menurut Ketua Bidang Penjaringan Kandidat Kepala Daerah Satgas Jabar Putih Kabupaten Bekasi Ani Rukmini, poros baru ini akan membuat kualitas pilkada semakin meningkat karena masyarakat memiliki lebih banyak pilihan saat menentukan siapa pemimpin daerah setempat lima tahun ke depan.
"Saya rasa siap untuk membangun poros sendiri, biar iklim pilkada di Kabupaten Bekasi juga lebih kompetitif, memberikan banyak pilihan kepada masyarakat, tidak cuma satu atau dua pasang, saya pikir tiga atau empat pasang lebih bagus," katanya.
Wacana pembentukan poros ketiga ini menindaklanjuti dua poros pertama yang telah terbentuk terlebih dahulu. PDIP, PPP dan PBB sudah mendeklarasikan diri untuk koalisi di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi 2024.
Ketiganya bahkan bersepakat mengusung nama Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Ade Kuswara Kunang sebagai bakal calon bupati. Disusul Partai Gerindra, PKB, dan Demokrat yang juga mengikrarkan diri untuk berkoalisi meski belum ingin menyebutkan nama calon yang akan diusung.
Dengan terbentuknya dua koalisi dari enam partai tersebut, praktis masih tersisa lima partai parlemen lain yang belum menentukan sikap. Kelima partai tersebut yakni PKS, Nasdem, PAN, Golkar, serta Partai Buruh.
Ani mengatakan, pembentukan poros baru menjadi pilihan terdepan dibandingkan turut serta dengan dua koalisi yang telah terbentuk sebelumnya. Pembentukan poros baru pun sangat mungkin mengingat masih terdapat sejumlah partai yang belum menentukan sikap.
"Artinya tidak usah dipatok ke koalisi mana, makanya ketika apakah PKS akan membuat poros tersendiri ya artinya sejalan dengan proses yang sudah dijalankan. Akan ada saatnya kami mengumumkan kemana pelabuhan kami. Tinggal ditunggu tanggal mainnya. Cuma yang jelas apakah ada poros tersendiri? Iya kami akan bikin poros tersendiri," ucapnya.
Ani pun tidak menampik bahwa pihaknya masih berkomunikasi dengan partai yang telah memiliki koalisi. Salah satunya dengan PDIP yang diklaim menjadi salah satu partai dengan peluang terbesar untuk berkoalisi.
Baca Juga: Pasca Idul Adha, Usaha Pengepul Kulit Hewan di Bekasi Raup Ratusan Juta Rupiah
Hanya koalisi itu harus sejalan mengingat dengan amanat partai, di mana PKS bertekad mengusung kader internal, baik sebagai bakal calon bupati maupun wakil bupati.
"Jadi kami dengan PDIP karena komunikasi juga sudah lama. Kalau sampai saat ini dianggap peluang koalisi 75 persen ya kami tidak bisa bilang itu hoaks karena bicara perkiraan. Artinya komunikasi kami kuat. Jadi kita mesra dengan partai siapa saja, begitu. Dibilang dengan PDIP mesra ya kami mesra. Yang jelas PKS siap untuk menghantarkan kadernya menjadi kepala daerah atau menjadi unsur pemenang bagi pasangan yang kami usung," jelasnya. [Antara]
Berita Terkait
-
Pasca Idul Adha, Usaha Pengepul Kulit Hewan di Bekasi Raup Ratusan Juta Rupiah
-
Target Pendapatan Rp2 Triliun, Bapenda Bekasi Baru Realisasikan 37 Persen
-
Tok! Kadisdik Kota Bekasi Langgar Netralitas ASN, Begini Penjelasan Bawaslu
-
PKB-Gerindra Bentuk Koalisi di Pilkada Bekasi, Pengamat: Sinyal Bahaya untuk PKS
-
PKB-Gerindra Bentuk Koalisi Bekasi Maju di Pilkada 2024: PAN dan Demokrat Menyusul?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi