SuaraBekaci.id - Satu kasus cacar monyet ditemukan di Cirebon, Jawa Barat. Pihak Pemkab Cirebon saat ini bergerak cepat memberikan penanganan khusus kepada satu pasien tersebut.
“Kita langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi. Kemudian, melakukan pemeriksaan lewat sampel tersebut. Pada Jumat (10/11) malam, hasil sampel tersebut dinyatakan positif. Hanya satu orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon Neneng Hasanah seperti dikutip dari Antara, Senin (13/11).
Neneng mengatakan bahwa satu pasien tersebut bekerja freelance dan memiliki riwayat perjalanan ke Bekasi dan Subang.
“Pekerjaannya dia freelance. Pada saat ini sedang isolasi mandiri di rumah, karena kondisi kesehatannya bagus. Riwayat perjalanan dari Bekasi dan Subang. Kondisi saat ini stabil, ini penyakit menular, tetapi bisa dilakukan pencegahan dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.
Pemkab Cirebon menerima laporan terkait adanya pasien suspek cacar monyet melalui informasi dari surveilan. Tak berselang lama hasil tes laboratorium menyatakan pasien itu positif tertular cacar monyet.
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, pasien tersebut mengalami gejala demam hingga nyeri pada persendian. Kemudian, ditemukan lesi atau benjolan sebanyak 15-26 titik.
“Gejala sebelumnya memang ada demam, ada nyeri persendian, ada lesi 15-26 titik. Tidak terlalu banyak. Ada di wajah dan tangan,” ujarnya.
Neneng menjelaskan bahwa kondisi pasien itu stabil dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya.
Selanjutnya, Dinkes Kabupaten Cirebon melakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab pasti pasien itu tertular.
Untuk sementara, tiga anggota keluarga pasien tersebut teridentifikasi memiliki riwayat kontak erat. Sehingga, penanganan lanjutan diperlukan.
Neneng mengimbau masyarakat perlu untuk menerapkan perilaku hidup sehat agar tidak tertular penyakit Mpox. Sebab, dalam penanganan kasus ini Pemkab Cirebon sudah siap, baik dari segi fasilitas dan tenaga medis.
“Untuk kesiapan faskes, kita punya 12 rumah sakit dan 60 puskesmas. Tentunya dengan belajar dari pandemi COVID-19, kita bisa menanganinya. Kondisi monkeypox penularannya tidak seperti COVID-19, karena ini hanya kontak erat atau bersentuhan (hubungan seksual). Kita sudah menyebarkan surat edaran tentang kewaspadaan,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Kasus Suspek Cacar Monyet Ditemukan di Bekasi, Ini Penjelasan Dinkes
-
Breaking News! Kualitas Udara Bekasi Memburuk, Warga Mulai Terserang Penyakit
-
Selain Alami Gizi Buruk, Bayi 2 Tahun di Karawang Idap Penyakit Langka
-
Bukan Cuma Ruam, Ini Gejala Lain Cacar Monyet yang Telah Masuk ke Indonesia
-
WHO Tetapkan Cacar Monyet sebagai Kedaruratan Kesehatan, Pakar Sarankan Ini
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan
-
BRI Dorong Penyuluh Antikorupsi Jadi Teladan Integritas di Tempat Kerja
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata