SuaraBekaci.id - Fakta lain terungkap pasca penangkapan Dananjaya Erbening (28) terduga teroris di Perumahan Pesona Anggrek Harapan, Blok B7, RT 7, RW 27, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Senin (14/8) siang.
Salah satu fakta yang terkuak ialah mertua dari Dananjaya hanya mengetahui bahwa menantunya itu selain bekerja di PT KAI juga berjualan online.
Salah satu warga sekitar, Septa Seftriani (41) mengatakan, saat mengunjungi rumah itu terdapat istri, dua anak, dan mertua Dananjaya.
Menurut Septa baik istri dan mertuanya tidak terlihat panik dengan adanya penggeledahan dan penangkapan oleh Densus 88.
“Kalau secara penampilan dari dia biasa aja, yang namanya orang kan ya, dia bisa memperlihatkan, misalnya kepanikan (mereka engga),” kata Septa, Selasa (15/8).
Kepada Septa dan warga lainnya, mertua dari Dananjaya Erbening mengaku bahwa ia dan anaknya tidak tahu sama sekali bahwa menantunya itu terlibat jaringan teroris.
“Tapi yang disampaikan sama ibunya tadi, dia sih gak tahu menahu,” ucapnya.
Septa mengatakan, berdasarkan keterangan mertua Dananjaya, si mantu selain seorang pegawai PT KAI juga aktif berjualan online. Namun, ia tidak mengetahui barang apa yang di jual.
“Kami sih gak tahu menahu karena memang menantu saya jualan online,” ungkap Septa menirukan ucapan dari mertua Dananjaya.
Baca Juga: Harga SS1 V1, Senjata Laras Panjang yang Diduga Ditemukan di Markas Teroris Bekasi
Mertua dari Dananjaya memang diketahui kerap kali mendatangi rumah tersebut. Septa mengira kedatangan itu sengaja dilakukan karena putrinya sedang hamil dan akan segera melahirkan.
“Kayanya emang sering di sini (mertua Dananjaya) dalam rangka lahiran mungkin, saya juga enggak tahu. Kan jarang sosialisasi. Paling ibunya itu belanja sayur, itu aja,” ujarnya
Adapun, istri dari Dananjaya pun tak menceritakan apapun terkait penangkapan suaminya. Saat ditemui Septa dan warga lainnya, istri tersangka tak mengeluarkan satu kata pun kecuali menjawab pertanyaan warga.
“Kalau istrinya enggak ada omongan cuman senyum-senyum aja, kalau ditanya ya dia jawab,” ucapnya.
Menurutnya, istri Dananjaya memang dikenal sebagai sosok yang tertutup dan tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar.
“Saya baru ini kalau ngelihat secara fisiknya, karena kan dia keluar benar-benar cuman kelihatan mata aja, memakai cadar. Saya baru sekali ngelihat dia (istrinya) keluar,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Harga SS1 V1, Senjata Laras Panjang yang Diduga Ditemukan di Markas Teroris Bekasi
-
Cerita Warga Bantu Istri Terduga Teroris Dananjaya di Bekasi yang Sedang Hamil 8 Bulan
-
Terinspirasi Aksi Napiter 2018, Karyawan KAI Simpatisan ISIS Rancang Skenario Serbu Mako Brimob hingga Markas TNI
-
Breaking News! Dananjaya Tersangka Teroris di Bekasi Tunjukkan Tempat Penyimpanan Senjata via Video Call
-
Karyawan PT KAI Di Bekasi Ditangkap Terkait Terorisme, Aktif Bikin Propaganda Di Medsos
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Perbedaan Krusial Zakat dan Pajak Menurut Jusuf Kalla
-
Mahasiswa Bekasi Diciduk Polisi, Ternyata Pengedar Tembakau Sintetis Rumahan
-
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Kepada 3,8 Juta Debitur
-
Kontroversi Paspor Inggris Anak Alumni LPDP, AHU: Potensi Pelanggaran Hak Anak
-
Konsultasi Hukum: Bolehkah Orang Tua Mengalihkan Kewarganegaraan Anak Secara Sepihak?