"Sayang kemudian tentara ikut merecoki untuk menjelekkan posisi Soekarno yang saat itu memang tengah memanas hubungannya," ungkapnya.
Sebelumnya kawasan Senayan, panita Ganefo sebenarnya melirik kawasan Sunter, Jakarta Utara sebagai tempat dibangunnya SUGBK.
Namun, Soekarno saat itu menolak. Hal ini lantaran akses jalan ke kawasan Sunter kala itu tidak memadai dan lokasi belum strategis.
Total pemerintah Soekarno saat itu membebaskan lahan seluas 360 hektare untuk membangun SUGBK. Senayan yang hijau mulai digusur dan warganya dipindahkan ke kawasan Tebet.
“Karena cara penggusuran yang manusiawi melalui dialog dengan lebih dulu memikirkan lokasi pemindahan, maka tidak ada perlawanan dari masyarakat. Mereka juga merasa bangga kampungnya menjadi bagian dari rencana besar Sukarno, menjadikan Jakarta sebagai ibukota thirdworldisme,” ujar JJ Rizal.
Tebet Jadi Tempat Orang Kaya Baru
Sebelum saat ini dikenal sebagai salah satu kawasan elite, Tebet di era 1940-an merupakan daerah rawa.
Untuk menampung warga gusuran dari Senayan, Tebet diubah menjadi tempat pemukiman.
Rawa-rawa di Tebet saat itu mulai dikeringkan. Berbondong-bondong warga gusuran Senayan mulai bermukim di Tebet.
Baca Juga: Berikut Rekayasa Lalu Lintas Di Sekitar SUGBK Saat Timnas Indonesia Vs Argentina
“Kawasan Tebet setelah penggusuran itu memang sudah disiapkan sebagai lokasi permukiman layak,” tambah Rizal.
Bahkan beebrapa warga seketika menjadi orang kaya baru setelah mendapat uang ganti untung.
Dibangunnya SUGBK menjadi salah satu daftar megaproyek yang digagas oleh Soekarno.
Bagi Soekarno, berlangsungnya Ganefo menjadi salah satu cara untuk gelorakan semangat juang negara-negara berkembang untuk lepas dari penjajahan.
Menurut JJ Rizal, berlangsungnya Ganefo tak lepas dari hasil Konfrensi Asia Afrika (KAA) Bandung. Ganefo sebagai bentuk perwujudan sikap negara-negara tanpa mau diintervensi negara lain.
Yang juga menarik kata JJ Rizal, di tengah kondisi Perang Dingin di era itu, Soekarno dengan lihai memanfaatkan dua negara Adidaya, Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Berita Terkait
-
Berikut Rekayasa Lalu Lintas Di Sekitar SUGBK Saat Timnas Indonesia Vs Argentina
-
Besok Timnas Indonesia vs Argentina di SUGBK, Perhatikan Informasi Penting Ini: Jadwal Open Gate dan Pos Kesehatan
-
Jelang FIFA Matchday, Adu Mekanik Pelatih Shin Tae Yong vs Lionel Scaloni, Siapa yang Terbaik?
-
Beda Level! Cristiano Ronaldo Senyum Saat Hadapi Fan Masuk Lapangan, Lionel Messi Pasang Muka Masam
-
Kiper Argentina Akui Sesi Latihan Jelang Laga Lawan Timnas Indonesia Sangat Serius, Netizen:Serius Banget, Kami Cuma Ranking 149
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi