SuaraBekaci.id - Kuasa Hukum keluarga korban Moses Bagus Prakoso (33), korban tabrak lari di kawasan Cakung, Jakarta Timur, mengatakan bahwa insiden itu bukan merupakan kecelakaan biasa.
Diketahui, Moses meninggal dunia karena tergilas mobil yang dikendarai oleh OS (26), Rabu (14/6).
Berdasarkan kabar yang beredar, insiten tabrak lari itu dipicu karena keduanya saling cekcok.
Namun, kuasa hukum keluarga Korban Rully Simorangkir mengatakan pihaknya belum mendapati informasi tersebut secara resmi dari kepolisian.
“Tapi kalau kemudian ada cekcok lalu berlanjut dengan tabrakan itu kan polisi silakan mendalami itu. Berarti itu kan bukan kecelakaan lalu lintas, untuk itu kami akan lapor,” kata Rully, di Bekasi, Kamis (15/6).
Selain itu, Rully menyebut, pihaknya juga belum mendapat informasi secara resmi soal kabar bahwa pelaku sudah menyerahkan diri ke polisi.
Pihaknya, sejauh ini hanya mendapati informasi terupdate melalu media-media yang memberitakan kasus tabrak lari yang menimpa keluarga kliennya itu.
“Kami belum tahu apakah pelaku menyerahkan diri atau seperti apa,” ucapnya.
Kendati demikian, Rully menghargai sikap kooperatif pelaku jika memang terbukti menyerahkan diri. Namun, ia memastikan pihaknya akan tetap menempuh jalur hukum.
“Kami akan laporkan karena ini kan kelihatannya bukan seperti kecelakaan biasa, kalau memang dia menyerahkan diri kami hargai, kami akan tetap lewat jalur hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Timur, Iptu Darwis Yunarta, pelaku dengan inisial OS (26) sudah menyerahkan diri ke Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satuan Wilayah Jakarta Timur.
Iptu Darwis menjelaskan bahwa pelaku dan korban adalah tetangga. Keduanya bertempat tinggal di Harapan Indah, Kota Bekasi.
Dari kronologis versi pelaku menurut Iptu Darwis, kejadian ini berawal saat OS tengah mengantar ibunya ke tempat kerja di kawasan Kelapa Gading dan berpapasan dengan Moses yang juga akan berangkat kerja ke Pulogadung.
Sekitar 500 meter sebelum lokasi kecelakaan, OS dan Moses terlibat cekcok mulut karena bersenggolan.
Korban menurut pengakuan pelaku sempat berhenti di Polsek Cakung. Korban klaim pelaku sempat menendang kaca spion mobil hingga patah.
Berita Terkait
-
Cekcok Mulut Berujung Maut, Penegndara Mobil Pelindas Motor di Cakung Serahkan Diri, Polisi: Mereka Tetanggaan
-
Tabrakan Maut Honda PCX-Toyota Avanza di Pintu Tol Cakung-Kelapa Gading, Ada Korban Terlindas dan Ancaman Bui 6 Tahun Menanti
-
Keluarga Korban Tabrak Lari di Cakung Sebut Pelaku Bukan Tetangga: Kami Gak Kenal!
-
Detik-detik Mengerikan Mobil Tabrak Pemotor sampai Tewas di Jaktim, Berawal dari Cekcok
-
Keluarga Ungkap Kondisi Korban Tabrak Lari di Cakung, Masih Bernafas Saat Tiba di Rumah Sakit
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan