SuaraBekaci.id - Sepak Bola Kota Bekasi di tahun ini meraih catatan cukup bergengsi. Klub sepak bola kebanggaan warga Bekasi, Persipasi berhasil meraih tiga gelar juara.
Di level tim senior, Persipasi mampu meraih gelar juara Liga 3 Seri Satu Jawa Barat serta gelar Porprov XIV Jabar 2022. Tidak hanya itu, tim junior Persipasi U-17 juga meraih gelar Piala Soeratin Jawa Barat.
Gelar juara ini tentu saja jadi kebanggaan orang-orang yang terlibat di sepak bola Bekasi, tak terkecuali Plt Wali Kota Bekasi, tri Adhianto.
Baliho ucapan selamat untuk Persipasi yang menampilkan wajah Tri Adhianto terpasang di sejumlah titik di kota Bekasi, Jawa Barat.
Kondisi ini yang kemudian jadi cibiran bagi orang tua salah satu pemain Persipasi U-17. Hal ini lantaran keluhan dari pemain yang merasa belum mendapat haknya berupa uang saku dari Persipasi.
Salah satu orang tua Pemain Persipasi U-17 yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkap kekecewaan karena hingga saat ini hak anaknya belum juga dibayarkan.
Ia kesal dengan Tri Adhinato dengan memasang baliho yang banyak beredar di sejumlah titik Kota Bekasi namun tidak memikirkan nasib para pemain U-17 Persipasi.
"Baliho di mana-mana, pemain juara uang saku engga dipikirin sudah 3 bulan," katanya.
Baliho besar dengan memperlihatkan ketiga piala yang diraih sepak bola Kota Bekasi, bertuliskan 'Treble Winner' dan wajah Tri Adhianto. Baliho itu terpasang di jalan Raya Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi.
Baca Juga: Nasib Miris Pemain Muda Persipasi, Persembahkan Juara Tapi bak Kerja Rodi Tanpa Dibayar
Selain baliho, beberapa videotron yang berada di Kota Bekasi juga seringkali menampilkan wajah Tri Adhianto yang dianggap sukses mengantarkan Persipasi meraih tiga gelar juara.
Dirinya mengatakan bahwa manajeman Persipasi sempat menjanjikan akan memberikan uang fasilitas kepada para pemain, namun sampai saat ini belum juga dibayarkan.
"Uang (fasilitas) sepatu dulu dijanjian ada ya kan, tapi sampai final sampe juara itu enggak ada sama sekali," katanya.
Sebelumnya, pelatih kepala Persipasi Bekasi U-17 Mochamad Ramadhan Sutria menceritakan mulai dari latihan hingga pertandingan mereka tidak diberikan bayaran padahal sepengetahuannya untuk berpartisipasi di pemain Soeratin, manajeman seharusnya memberikan uang saku.
"Intinya pengalaman saya mantan pemain juga, pada saat saya main di Soeratin kalau pemain itu selama dia persiapan dari pertama sampai dengan akhir itu kami dulu sebagai pemain mendapatkan uang saku sebagai uang ganti transport lah," kata Sutria.
Sutria mengungkap meski saat itu tidak ada perjanjian secara tertulis, ia mengatakan manajemen telah berjanji akan memberikan sejumlah fasilitas kepada pemain dan pelatih.
"(Manajemen) nanya fasilitas apa aja, ya fasilitasnya sepatu, uang saku dan uang pertandingan aja saya bilang. Karena itu sifatnya memang masih junior kecuali kalau memang sudah senior itu ada istilahnya kontraklah tertulis," katanya.
Ia menyinggung anggaran pembinaan yang disebutnya telah disediakan untuk tim Persipasi U-17, akan tetapi para pemain tidak menerima fasilitas yang seharusnya didapati.
"Masa ada anggaran pembinaan tetapi tidak diberikan kepada pemain," ucapnya.
Bantahan Manajemen Persipasi Bekasi
Manajemen Persipasi Bekasi buka suara terkait keluhan pemain dan pelatih Persipasi U-17 yang klaim belum mendapatkan bayaran atau uang transport, dari awal mengikuti Piala Soeratin hingga bisa meraih gelar juara.
Dalam pernyataan resmi, pihak Persipasi menegaskan bahwa klub berjuluk Laskar Patriot ini membantah bahwa mereka belum mengucurkan dana kepada pemain Persipasi U-17.
Persipasi menurut manajemen merupakan klub sepak bola yang sangat concern pada pembinaan pemain usai muda. Terkait soal bayaran yang ditagih pemain Persipasi U-17, manajemen menyebut bahwa keikutsertaan para pemain muda itu bukan dalam ikatan profesional.
"Persipasi U-15 dan Persipasi U-17 meruapakan wadah pembinaan, dan belum berstatus PROFESIONAL. di mana diharapkan menjadi inkubator bagi Persipasi Kota Bekasi di masa mendatang," terang manajemen Persipasi seperti diterima SuaraBekaci.id, Rabu (5/4).
"Oleh karenanya, keikutsertaan Persipasi U-15 dan U-17 pada turnamen Piala Soeratin 2022/23 meruapakan wadah pembinaan dan BUKAN dalam ikatan profesional," tambah pernyataan resmi klub.
Ditegaskan pihak klub, bahwa manajemen Persipasi tidak pernah melakukan ikatan kerja profesional kepada tim junior di dua kelompok umur 15 tahun dan 17 tahun. Baik itu terhadap pemain, pelatih ataupun oficial tim.
Pihak klub juga menegaskan bahwa sebagai bentuk komitmen mereka terhadap pembinaan pemain muda, Persipasi memberikan fasilitas berupa uang saku, fasilitas pendukung, training camp serta bonus.
"Bahkan Persipasi U-17 yang berhasil menjuarai Piala Soeratin Jawa Barat sudah diganjar bonus Rp50.000.000,"
Kontributor : Danan Arya
Berita Terkait
-
Nasib Miris Pemain Muda Persipasi, Persembahkan Juara Tapi bak Kerja Rodi Tanpa Dibayar
-
'PSSI Tempat Para Napi, Sportifitas Hanya Mimpi' Chant Suporter Rayakan Persipasi Juara Liga 3 Jabar
-
Mengaku Ditawar Klub Besar BRI Liga 1, Kapten Persipasi Ungkap Alasan Tak Mau Pindah
-
Aksi Berkelas Curva Nord Bekasi Rayakan Kemenangan Persipasi di Liga 3, Kasih Hadiah Spesial untuk Kamil
-
Liga 3 Segera Bergulir, Suporter Persipasi Masih Gelisah Soal Laga Tanpa Penonton
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
BRI Dukung Asta Cita dan Program 3 Juta Rumah, Target 60 Ribu Unit
-
98 Mal Jakarta Gelar Promo Spesial di Tahun Baru Imlek
-
Kabel Lampu Jalan Jadi Sasaran Komplotan Pencuri di Bekasi
-
Rahasia Pakar Kuliner: Kenapa Makanan Imlek Punya Simbol Damai dan Kekayaan?
-
Kenapa Anak Usaha Kementerian Keuangan Berani Suap Hakim? Ini Penjelasan KPK