SuaraBekaci.id - Fasilitas gedung SDN Sukadaya 2 yang berlokasi di Kec. Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini menjadi sorotan.
Hal ini lantaran kondisi bangunan maupun fasilitas sekolah sangat memprihatinkan, mulai dari bangku yang tidak tersedia, maupun atap plafon yang bolong serta banyak kaca jendela pecah.
Menurut salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa kondisi memprihatinkan tersebut sudah terjadi sejak 5 Tahun terakhir, namun hingga saat ini belum ada renovasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi.
"Ya udah lama. Kalo 5 tahunan mah ada," ungkapnya.
Saat musim penghujan datang sekolah terpaksa harus meliburkan para murid, hal tersebut karena tidak memungkinkan ada kegiatan belajar-mengajar. Kondisi plafon bolong menyebabkan air hujan masuk dan membasahi ruang kelas.
Terkait hal ini, pihak Plt Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang, Pemkab Bekasi, Beni Saputrahal mengatakan bahwa untuk pembangunan sekolah adalah tugas Cipta Karya akan tetapi yang menentukan bangunan mana yang lebih prioritas, wewenang ada di Disdik Kabupaten Bekasi.
"Betul, untuk pembangunan iya, tapi untuk menentukan prioritas sekolah mana yang akan kami bangun itu dari Disdik sebagai user," kata Beni.
Beni menyebut mekasisme pembangunan sekolah itu harus dari Disdik Kabupaten Bekasi, apakah sekolah tersebut rusak dan diteruskan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
"Dikembalikan lagi, yang menentukan prioritas itu bukan kami. Itu dinas pendidikan dan Bapenda," tambah Beni.
Baca Juga: Duh, Bangunan SD di Brebes Dua Tahun Rusak Parah Tanpa Ada Perbaikan, Siswa Gunakan Kelas Bergantian
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bekasi Carwinda, menyebut bahwa pembangunan untuk sekolah rusak di kerjakan oleh Dinas Cipta Karya.
"Kalo bicara fisik bangunan itu wewenang pembangunan ada di Dinas Cipta Karya dan itu sudah kita anggarkan untuk tahun besok, karena kita kan beberapa tahun ini tidak ada pembangunan unit sekolah," kata Carwinda.
Carwinda juga menambahkan bahwa selama 2 tahun ini sekolah tidak ada pembangunan karena efek pandemi covid-19, maka dari itu pihaknya akan mengecek ke Dinas Cipta Karya untuk pembangunan sekolah yang memang sudah rusak.
"Jadi pengalokasiannya ada di Cipta Karya. Jadi saya mohon bisa ditanya ke cipta karya gitu, karena memang yang melakukan pembangunan fisik itu strukturnya ada di Dinas Cipta Karya," jelas Carwinda.
Sementara itu, pengamat pendidikan, Imam Kobul Yahya mengatakan bahwa dirinya tak sepakat dengan Peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pendanaan pendidikan.
Menurut Imam, pembangunan sekolah yang terpisah antara mebel dengan gedung dikhawatirkan malah ada bangunan sudah di bangun akan tetapi mebel atau furnitur belum teranggarkan.
"Jadi sekarang ini di daerah, pembangunan sekolah itu terpisah antara mebel dengan gedung, nah itu aturan yang salah saya dari dulu itu kalau tentang pendanaan pendidikan saya tidak setuju, itu aturan dari tahun 2010 itu," jelas Imam.
Tag
Berita Terkait
-
Tingkatkan Sarana Pendidikan, Kabupaten Bekasi Rehab 70 Sekolah di Tahun 2022
-
Penggerebekan Judi Dikaitkan dengan Konsorsium 303, Polda Metro Jaya Bantah Keras
-
K-Pop dan Drama Korea Mendunia, Pj Bupati Bekasi: Kita Juga Harus Belajar dari Mereka
-
Bergulir Sejak 2015, PDAM Tirta Bhagasasi Selangkah Lagi Jadi Milik Pemkab Bekasi
-
Duh! Dua Pria dan Satu Wanita Ditangkap saat Asyik Main Judi Slot di Warnet
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak