SuaraBekaci.id - Rekayasa laka lantas yang dilakukan Wahyu Sudana merugikan banyak orang. Salah satu pihak yang sangat dirugikan karena aksi Wahyu dan rekan-rekannya itu ialah tim evakuasi dari Basarnas, BPBD Kabupaten Bekasi dan relawan.
Menurut Kabid Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bekasi Muhammad Said, saat adanya laporan seseorang yang alami kecelakaan hingga tenggelam di Kalimalang, Bekasi, pihaknya menerjunkan 50 orang untuk melakukan pencarian.
“Jumlah tim gabungan kemarin tak kurang dari 50 orang. Armada pakai 10 perahu karet. Kami sisir Kalimalang hingga sejauh 7 kilometer,” ucapnya kepada awak media.
Pada minggu sore menurut Sadi, pihaknya akhirnya menghentikan pencarian setelah mendapat laporan dari pihak kepolisian bahwa ada kejanggalan pada kecelakaan tersebut.
Said pun mengaku kesal dan menyayangkan dengan aksi yang dilakukan Wahyu Sudana dan rekan-rekannya tersebut.
"Yang melakukan ini saya anggap tidak memiliki hati nurani, dan itu ngerjain kepolisian, Basarnas, ngerjain BPBD, komunitas-komunitas relawan yang berhari-hari di sini melakukan pencarian,”
Kabar mengenai aksi Wahyu Sudana yang mengerjai banyak orang ini pun mendapat respon geram dari warganet. Unggahan dari akun @cikarang.people mengenai kabar ini dibanjiri komentar pedas dari publik.
Sebelumnya, pihak Polres Metro Bekasi mengungkap bahwa Wahyu Suhanda (35) yang sebelumnya dianggap korban akibat kecelakaan itu dan tenggelam di Kalimalang Bekasi ternyata masih hidup.
"Dari hasil penyelidikan, baik secara saintifik maupun data-data lapangan oleh petugas, menyatakan dan menyimpulkan, kemudian memastikan bahwa kejadian tersebut bukan kejadian yang sesungguhnya, melainkan merupakan kejadian yang direkayasa dan diinisiasi oleh Wahyu," ucap Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Polisi Gidion Arif Setyawan.
Lantas apa motif Wahyu Sudana? Penyidikan dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa Wahyu merekayasa laka lantas itu demi bisa mendapatkan klaim uang asuransi sebesar Rp 3 miliar.
"Wahyu ini merekayasa cerita agar ia bisa mendapatkan klaim asuransi kematian yang nilainya Rp3 miliar," ujar Gidion.
Ditegaskan oleh Kombes Gidion bahwa Wahyu saat ini masih hidup dan masuk dalam daftar DPO.
"Pelaku masih hidup dan saat ini sudah masuk daftar pencarian orang," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Viral Wahyu Sudana Tenggelam di Kalimalang karena Ditabrak Fortuner Ternyata Rekayasa, Publik: Satu Cikarang Kena Prank
-
5 Fakta Rekayasa Laka Lantas yang Sebabkan Korban Tenggelam di Kalimalang Bekasi, Demi Uang Rp 3 Miliar
-
Demi Cairkan Asuransi, Begini Terjadinya Rekayasa Tenggelam Wahyu di Kalimalang Bekasi
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak