SuaraBekaci.id - Kasus bentrokan antar organisasi masyarakat (ormas) yang terjadi di Jalan Interchange, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang pada Rabu (24/11/2021) lalu, kini dilimpahkan ke Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Resort Karawang, AKBP Aldi Subartono yang menegaskan kasus bentrokan tersebut ditangani oleh Polda Jabar.
"Benar, saat ini kasus tersebut ditangani Polda Jabar," kata Aldi ketika dikonfirmasi, Senin (29/11/2021).
Lanjut dia, pihaknya hanya akan menjalankan instruksi yang selanjutnya kasus tersebut sepenuhnya dilimpahkan ke Polda Jabar.
"Perkara ini pun sudah dilimpahkan ke Polda Jawa Barat. Saat ini, Polres Karawang hanya menjalankan intruksi dari Polda," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, polisi menetapkan lima tersangka atas kasus pengeroyokan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) saat bentrok di Jalan Interchange, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang, Rabu (24/11/2021).
Kepala Polisian Resort Karawang, AKBP Aldi Subartono mengatakan, para tersangka merupakan aliansi dari beberapa organisasi ormas (Ormas) yang ada di Karawang.
"Tadi malam berhasil mengamankan diduga tujuh pelaku di mana lima sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan dua masih pendalaman," kata dia ketika memberikan keterangan Konferensi Pers di Mapolres Karawang, Kamis (25/11/2021).
Sementara itu, Komandan Korem 063 Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Elkines Villando Dewangga saat ikut mengamankan Karawang menyampaikan agar ke depannya keberadaan LSM di Karawang yang melakukan aksi anarkis perlu dikaji kembali.
"LSM itu lembaga swadaya masyarakat, lalu kenapa melakukan penganiayaan dan anarkis? Itu sudah diluar konteks LSM," kata dia.
Dia menegaskan, perbuatan anarkis dan melakukan provokasi yang membuat Karawang tidak aman itu bukanlah ciri dari LSM.
Dalam ketentuan yang berlaku, lanjut Elkines, di antara tujuan LSM atau ormas ialah membantu atau terlibat aktif dalam pembangunan dan perkembangan daerah.
"Jadi aneh ya, kenapa ada penganiayaan oleh LSM, ada provokasi yang membuat Karawang tidak aman," ungkap dia.
Kontributor : Akhmad Nursyeha
Berita Terkait
-
Pemerintah akan Evaluasi Ormas yang Bentrok di Karawang, Dibubarkan?
-
Anggotanya Tewas, GMBI District Karawang Sebut Korban Jadi Pembunuhan Berencana
-
Bentrok Ormas di Karawang, Polisi Tangkap Pelaku Perusak Mobil dan Pengeroyokan
-
Kasus Bentrok Ormas di Karawang, Polisi Tetapkan Lima Tersangka
-
Karawang Memanas, Pasukan Kala Hitam Dikerahkan untuk Mencegah Bentrokan Terjadi Lagi
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Berkat Inovasi Digital dan Layanan Nasabah, BRI Raih 36 Penghargaan di TBCCI 2026
-
4 Laporan Masuk, 1 Jadi Tersangka Kasus Asusila di Pesantren Bekasi
-
Operasi Sarang Narkoba di Bekasi: Komplotan 'Paman' dan 'Macan' Tak Berkutik
-
Kepergok Istri Sah di Rumah Sakit, Kedok Hakim Nikah Siri Akhirnya Terbongkar
-
Siswa 3 SD Terdampak Tol Japek Selatan Bakal Pindah ke Gedung Baru, Ini Lokasinya