- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mempercepat pembangunan flyover Bulak Kapal guna mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang Jalan Ampera.
- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantu pengajuan Dana Bantuan Presiden sebesar Rp220 miliar untuk menutupi biaya konstruksi.
- Pembangunan flyover ditargetkan selesai dalam enam bulan setelah pendanaan tersedia agar perlintasan sebidang dapat segera ditutup total.
SuaraBekaci.id - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono memastikan bakal mengebut pembangunan jembatan layang atau flyover di kawasan Bulak Kapal guna memutus rantai kecelakaan di titik rawan tersebut, setelah mendapat arahan dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Hal itu menyusul tragedi kecelakaan maut di perlintasan sebidang kereta dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Atas bantuan Dasco, kata Tri Adhianto, proses birokrasi dan pendanaan yang selama ini menjadi kendala utama proyek infrastruktur di area tersebut, bisa dipercepat.
"Surat disiapkan, sehingga ada proses percepatan untuk membangun Flyover BUlak Kapal," kata Tri, dikutip hari Kamis (30/4/2026).
Baca Juga:Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah Kaki
Dasco Permudah Bantuan Presiden Prabowo
Persoalan anggaran seringkali menjadi penghambat pembangunan infrastruktur berskala besar. Namun, dalam kasus Flyover Bulak Kapal, Tri Adhianto mengungkapkan adanya secercah harapan melalui intervensi Dasco.
Meski sudah masuk dalam skema APBD dan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jumlahnya masih jauh dari total kebutuhan.
Tri menjelaskan, Pemkot Bekasi telah merampungkan kewajibannya dalam hal pembebasan lahan dengan mengucurkan dana sebesar Rp100 miliar. Namun, untuk biaya konstruksi fisik, dibutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.
"Lalu untuk pembangunannya kan total estimasinya Rp 250 miliar," kata Tri.
Baca Juga:Pemprov Jabar Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi
Lebih lanjut, ia merinci saat ini dukungan dana dari pihak provinsi baru mencapai angka Rp30 miliar. Untuk menutupi kekurangan sebesar Rp220 miliar, Dasco berkomitmen untuk menjembatani komunikasi dengan Presiden agar proyek ini mendapatkan kucuran Dana Bantuan Presiden atau banpres.
"Dari provinsi Rp 30 miliar. Mudah-mudahan yang Rp 220 miliar sisanya, Pak Dasco berkomitmen mengupayakan pakai Banpres dari Pak Prabowo ya," kata dia.
Menghapus Perlintasan Sebidang Jalan Ampera
Keberadaan flyover ini bukan sekadar untuk mengurai kemacetan, melainkan solusi struktural demi keselamatan nyawa warga.
Tri Adhianto menekankan, perlintasan sebidang di Jalan Ampera, yang menjadi lokasi kecelakaan tragis baru-baru ini, akan ditutup total segera setelah jembatan layang tersebut beroperasi.
Transformasi infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan kepastian perjalanan, baik bagi pengguna jalan raya maupun operasional kereta api yang sering terganggu akibat insiden di perlintasan sebidang.