- Taksi listrik Green SM Indonesia terlibat kecelakaan dengan kereta api di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
- Insiden tersebut memicu tabrakan beruntun kereta api yang menyebabkan lima orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang mengalami luka.
- Green SM Indonesia telah menyerahkan informasi relevan kepada pihak berwenang guna mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.
SuaraBekaci.id - Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan menyusul kecelakaan yang melibatkan satu kendaraan mereka dengan kereta yang sedang melintas di area perlintasan kereta dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Dalam keterangan tertulis yang dibagikan di akun Instagram resmi perusahaan @id.greensm pada Selasa, Green SM Indonesia menyatakan perusahaan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang berkenaan dengan insiden kecelakaan tersebut.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut.
Perusahaan menegaskan komitmen untuk menerapkan standar keselamatan guna memastikan keamanan pengguna layanan maupun masyarakat luas.
Baca Juga:Petugas Gantian Potong Gerbong KRL, Ada 3 Penumpang Terjepit
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," kata perusahaan.
Kecelakaan yang melibatkan kereta api jarak jauh dan kereta api komuter pada Senin (27/4) terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan sejumlah orang terluka.
Dalam insiden kecelakaan itu, Kereta Api Argo Bromo menabrak KRL Commuter Line yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur setelah satu taksi menemper KRL di area perlintasan kereta dekat Bulak Kapal menurut Humas PT Kereta Api Indonesia Daop I Jakarta.