Cara Mengelola THR agar Lebaran Tidak Berujung Pusing

Euforia belanja, tekanan sosial, hingga keinginan tampil maksimal saat Lebaran kerap membuat THR menguap tanpa jejak

Muhammad Yunus
Rabu, 11 Februari 2026 | 13:01 WIB
Cara Mengelola THR agar Lebaran Tidak Berujung Pusing
Tunjangan Hari Raya (THR) selalu jadi momen yang ditunggu. Nominalnya kadang setara satu kali gaji, bahkan lebih. Sehingga butuh pengelolaan yang baik agar tepat sasaran [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Segera pisahkan dana THR berdasarkan alokasi kebutuhan, termasuk alokasi untuk tabungan atau investasi jangka panjang.
  • Prioritaskan pembayaran kewajiban finansial seperti zakat dan pelunasan utang sebelum mengalokasikan untuk gaya hidup sekunder.
  • Buat daftar belanja terperinci dan kendalikan tekanan sosial untuk menghindari pengeluaran tanpa arah dan pemborosan.

Ingat, kebahagiaan Lebaran bukan ditentukan oleh merek pakaian, melainkan ketenangan batin.

3. Buat Daftar Belanja, Bukan Belanja Tanpa Arah

Belanja tanpa daftar sering berujung pada pemborosan. Buat rincian kebutuhan secara detail: berapa toples kue yang dibutuhkan, siapa saja yang akan diberi hampers, dan berapa estimasi anggaran mudik.

Dengan daftar yang jelas, pengeluaran lebih terkontrol. Hindari membeli karena “takut kehabisan” atau sekadar ikut tren.

Baca Juga:BRI Jamin Keandalan E-Channel demi Transaksi Lancar saat Lebaran

4. Sisihkan untuk Masa Setelah Lebaran

Banyak orang lupa bahwa kehidupan tetap berjalan setelah hari raya usai. Biaya sekolah anak, tagihan bulanan, hingga kebutuhan mendadak tetap menanti.

Karena itu, menyisihkan sebagian THR untuk tabungan atau investasi jangka pendek adalah langkah bijak.

Minimal, simpan dana yang cukup untuk menutup kebutuhan satu bulan ke depan.

5. Gunakan untuk Hal Produktif

Baca Juga:UMK Rp5,2 Juta, Ada 7000 Pabrik, Kabupaten Bekasi Sepi Pendatang Pasca Lebaran, Kok Bisa?

Jika kondisi keuangan relatif stabil, pertimbangkan memanfaatkan sebagian THR untuk hal produktif.

Misalnya, menambah modal usaha kecil, membeli aset bernilai, atau mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan.

Dengan begitu, THR tidak habis sebagai konsumsi sesaat, melainkan menjadi pengungkit ekonomi pribadi.

6. Kendalikan Tekanan Sosial

Tak jarang, tekanan sosial menjadi pemicu pemborosan. Merasa harus memberi amplop besar, menyajikan hidangan berlebihan, atau tampil paling mewah.

Padahal, esensi Idul Fitri adalah kembali pada kesederhanaan dan saling memaafkan. Sesuaikan pengeluaran dengan kemampuan, bukan gengsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini