- Pilot senior Capt. Andy Dahananto asal Tangerang gugur bersama enam kru dalam kecelakaan pesawat ATR IAT di Gunung Bulusaraung, Sulsel.
- Keluarga korban kecelakaan penerbangan rute Yogyakarta-Makassar ini telah bertolak menuju Makassar untuk proses identifikasi DNA.
- Pemkab Tangerang menyampaikan duka cita mendalam dan berjanji memberikan dukungan moral kepada keluarga korban yang terdampak.
Ia mengatakan Capt Andy Dahananto merupakan pilot senior pesawat ATR 42-500 sekaligus Direktur Operasi Indonesia Air Transport.
Ia warga Perumahan PWS RT06/RW03, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten yang tinggal sejak 1994 atau selama 31 tahun.
"Dia cukup lama. Dan beliau adalah sosok kepala keluarga yang sangat ramah dan orangnya tegas. Dan juga cukup sosial, membantu masyarakat ketika ada kesulitan apa saja," katanya.
Selain itu, sosok Andy juga cukup dikenal masyarakat sebagai ramah, sering karena membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan, mulai dari perihal kebersihan hingga keamanan lingkungan perumahan.
Baca Juga:Grab Ganti Tiket Pesawat Hingga Rp3,3 Juta Jika Terlambat Dijemput ke Bandara
Ia mengatakan Franciscus latar belakang pendidikan Andy diketahui lulusan akademi penerbangan Juanda dengan memiliki satu istri dan dua anak.
"Beliau memiliki dua anak, yang satu udah selesai, dan jadi pilot juga dari jurusan penerbangan dulu. Kemudian yang satu lagi udah lulus kerja di rumah online," kata dia.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin.
Hari kedua operasi SAR, sejumlah serpihan pesawat serta satu jenazah korban yang belum teridentifikasi identitasnya telah ditemukan tim SAR Gabungan di gunung tersebut dalam operasi SAR.
Pesawat ini ditumpangi 10 orang, tujuh orang kru pesawat dan tiga orang penumpang POB (persons on board).
Baca Juga:Kecelakaan Maut di Bekasi, Ibu dan Anak Tewas Mengenaskan
Ketiganya diketahui pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Masing-masing Ferry Irawan, Deden Mulyana dan Yoga Naufal.
Sedangkan kru pesawat ada tujuh orang, dengan pilot Captain Andi Dahananto, copilot Muhammad Farhan Gunawan, kru pesawat Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther Aprilita.