SuaraBekaci.id - Sebanyak 98 jiwa di Kampung Bali, Bekasi pada hari ini, Kamis (3/3) merayakan Hari Nyepi. Suasana begitu tenang sangat terasa di avling Harapan Kita, RT 11 RW 9, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Akses masuk di Jalan Merpati Bali terlihat sudah ditutup sejak pagi hari. Layaknya di daerah Bali, tak ada aktifitas warga yang mencolok selama perayaan Nyepi.
Di sudut jalan terlihat satu orang yang disebut sebagai pencalang. Ia seorang pria yang nampak mengenakan pakaian adat khas Bali.
Pria yang duduk dengan membawa Hand Talking (HT) itu bertugas menjaga lingkungan agar kondusif selama perayaan Nyepi hingga Jumat (4/3/2022) pukul 6 pagi.
Baca Juga:Potret Perayaan Hari Raya Nyepi di Solo: Hadirkan Enam Pemuka Agama untuk Doa Bersama
Warga yang berada di wilayah yang disebut Kampung Bali Bekasi itu tidak seluruhnya merayakan hari Nyepi. Namun toleransi begitu nyata terlihat di wilayah ini.
Ketu RT setempat seperti mengutip dari Bekasi24jam--jaringan Suara.com, Puji Lestari mengatakan kondisi ini telah menjadi gambaran tiap kali perayaan Nyepi.
Warganya telah menjaga tradisi saat perayaan Nyepi sejak bertahun-tahun. Tak ada himbauan yang dikeluarkan ke warganya sebelum perayaan Nyepi.
"Karena juga tradisi dari tahun ke tahun menang begini kondisinya. Kalau dari kami pengurus tidak ada himbauan khusus berjalan seperti biasa karena sudah kebiasaan kami menjaga toleransi mereka tidak melakukan aktifitas keluar seperlunya saja," kata Puji.
"Pencalang ini hanya melihat lingkungan mana tau ada kendara di luar karena terlalu sepi jadi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan itu hanya untuk mengamankan," tambahnya
Baca Juga:Khidmatnya Perayaan Nyepi Umat Hindu di Lombok, Pulau Seribu Masjid