Sejarah Benteng Tanjungpura Karawang

Benteng Tanjungpura, Karawang merupakan benteng pertama yang dibangun kompeni 1678 di luar Batavia.

Dythia Novianty
Minggu, 12 September 2021 | 16:27 WIB
Sejarah Benteng Tanjungpura Karawang
Diduga lokasi benteng Tanjungpura. [Ayobandung/Deni Sugandi]

SuaraBekaci.id - Benteng Tanjungpura, Karawang merupakan benteng pertama yang dibangun kompeni 1678 di luar Batavia.

Benteng ini dibangun untuk kepentingan perdagangan, pertahanan, dan mengadili warga masyarakat yang dipandang membangkang kepada VOC.

Setahun kemudian, pada 1679, benteng ini diserang dan dibakar oleh Wirasaba, bupati/patih Tanjungpura. Namun, akhirnya Wirasaba menyerah.

Kekhawatiran kompeni akan serangan susulan, diusulkanlah agar benteng dibuat permanen. Namun tidak terlaksana.

Baca Juga:Karawang Buka Sekolah 14 September, PTM Pertama Kali sejak Pandemi Covid-19

Pada 1712 dilaksankan pemagaran sekeliling benteng dengan kayu yang tinggi, yang ujung atasnya diruncingkan.

Baru pada 1749, benteng Tanjungpura dibangun lebih permanen menggunakan batubata. Melihat pentingannya benteng ini, pada tahun 1802 dibangun kembali lebih kokoh.

Setelah pergantian gubernur jenderal menjadi HW Daendels, pada 1809 Daendels memerintahkan agar benteng dikosongkan.

Berselang dua tahun, pada 1811, ia memerintahkan untuk menjual benteng beserta lahannya. Pada 1812 benteng dan lahannya ada yang membeli, tapi pada 1813 benteng Tanjugpura dirobohkan.

Dilansir dari Ayobandung, Minggu (12/9/2021), lokasi benteng Tanjungpura berada di tempuran Ci Beet dengan Ci Tarum. Kawasan ini menjadi strategis sejak lama.

Baca Juga:2 Tahun Buron, Otak Pembunuhan Sadis ASN PUPR Palembang Dibekuk di Karawang

Ketika kopi menjadi komoditas ekspor yang sangat menguntungkan, setelah dipanen, kopi disetorkan dan ditimbang di gudang-gudang kecil, kemudian diangkut ke gudang-gudang yang lebih besar, di antaranya di Cikaobandung.

Saat itu belum ada jalan yang dapat dilalui pedati. Karung-karung kopi dipikul oleh penduduk, atau ditumpuk di punggung kerbau, karena itulah binatang yang paling tangguh di medan pegunungan, lalu beriringan menuju gudang-gudang yang lebih besar di Cikaobandung.

Ketika kopi dari Priangan ditongkangkan di dermaga Cikaobandung (+40 m dpl) di pinggir aliran Ci Tarum, (kini termasuk Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta), setelah mengalun di Ci Tarum sejauh 45 km dari Cikaobandung, akan sampai di pos/benteng Tanjungpura.

Dari benteng Tanjungpurna, tongkang itu masih mengalun sejauh 85 km menuju Muaragembong (+ 0 m dpl).

Ketika di Laut Jawa terjadi pasang surut, permukaan air lautnya turun, maka perahu akan meluncur lebih cepat menuju muara.

Dari muara Ci Tarum perjalanan tongkan bermuatan kopi masih belum berakhir. Dari sana dilanjutkan menyusuri pinggiran Teluk Jakarta menuju Batavia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini