PPKM Darurat dan Omzet Turun, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Menjerit

Penjualan sapi hewan kurban kebanyakan didapat dari pelanggan lama dan sistem penjualan online.

Rizki Nurmansyah
Jum'at, 16 Juli 2021 | 18:37 WIB
PPKM Darurat dan Omzet Turun, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Menjerit
Suasana lapak hewan kurban di Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (16/7/2021). [ANTARA/Pradita Kurniawan Syah]

SuaraBekaci.id - Penjual hewan kurban di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan penurunan omzet yang drastis pada musim Idul Adha 2021.

Penurunan omzet penjualan hewan kurban ini salah satunya karena dampak dari penerapan PPKM Darurat.

Salah satu pedagang, Surahman yang membuka lapak hewan kurban di Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, mengaku omzet penjualan sapi Bima dagangannya menurun hingga 40 persen.

"Sekarang penjualan sapi hewan kurban kebanyakan didapat dari pelanggan lama dan sistem penjualan online," kata dia, Jumat (16/7/2021).

Baca Juga:Bokek Beli Miras, Geng Brutal Begal dan Bacok Pengunjung Warkop di Bekasi

Surahman mengatakan pembeli yang datang langsung ke lapak dagangannya terbilang relatif sedikit.

Hal itu menurutnya sebagai dampak adanya kebijakan PPKM Darudat di masa pandemi COVID-19.

"Penjualan saat ini hanya melalui sistem online, kalau yang datang langsung itu sedikit, karena mungkin kan ada pembatasan kegiatan masyarakat. Soalnya biasanya pembeli yang datang itu hingga dari luar Kabupaten Bekasi," ucapnya.

Sejak membuka lapak satu bulan lalu Surahman hanya membawa 75 ekor sapi dagangan dan hingga kini baru terjual 70 persen.

Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mampu mendatangkan sapi asal Bima hingga ratusan ekor.

Baca Juga:8 Link Kurban Online Idul Adha 2021, Solusi Ibadah saat Pandemi

"Sengaja bawa sedikit karena khawatir tidak bisa menjual keseluruhan sapi yang ada," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini