alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waduh! Begini Keadaan Nia Ramadhani saat Ditangkap Polisi, Masih 'Ngefly' Pakai Narkoba

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 09 Juli 2021 | 12:10 WIB

Waduh! Begini Keadaan Nia Ramadhani saat Ditangkap Polisi, Masih 'Ngefly' Pakai Narkoba
Nia Ramadhani ditangkap karena narkoba di Pondok Indah. Wajah Nia Ramadhani pucat dan kurus belakangan sebelum kabar ditangkap narkoba.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie masih dalam pengaruh narkoba saat ditangkap polisi pada Rabu (7/7) kemarin.

SuaraBekaci.id - Nia Ramadhani ditangkap polisi karena pakai sabu. Saat ditangkap Nia Ramadhani masih terpengaruh narkoba alias ngefly.

Begitu juga Ardi Bakrie. Hal itu dikatakan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie masih dalam pengaruh narkoba saat ditangkap polisi pada Rabu (7/7) kemarin.

Penyidik kekinian masih mendalami asal usul sabu yang digunakan oleh mereka dan sopirnya berinisial SN.

Baca Juga: Efek Sabu, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Kondisinya Masih Teler saat Ditangkap Polisi

"Keterangan lagi kita dalami karena kemarin Nia sama Ardi masih di bawah pengaruh narkoba, nanti berita lanjutnya kami sampaikan," kata Panji saat dikonfirmasi, Jumat (9/7/2021).

Nia Ramadhani pakai baju tahanan. Begitu jugaArdi Bakrie pakai baju tahanan. (ist)
Nia Ramadhani pakai baju tahanan. Begitu jugaArdi Bakrie pakai baju tahanan. (ist)

Nia Ramadhani, Ardi Bakrie dan sopirnya SN resmi mengenakan baju tahanan Polres Metro Jakarta Pusat.

Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba itu digiring oleh penyidik untuk diperiksa dalam rangka pengembangan.

Ketiga tersangka mengenakan baju tahan Polres Metro Jakarta Pusat warna merah pada Kamis (8/7) malam.

Ardi Bakrie dan Nia tampak jalan menunduk mengenakan pakaian tahanan dan topi. Sedangkan sopirnya ZN tampak menutupi bagian wajah dan kepalanya dengan kain.

Baca Juga: IG Nia Ramadhani Tak Lagi Berisik, Kolom Komentarnya Dikunci, Tapi IG Suaminya Masih Buka

Panji ketika itu mengatakan ketiganya digiring guna dilakukan pengembangan. Namun, Panji tidak menyebut secara rinci kemana mereka membawa ketiga tersangka tersebut.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie beserta sopirnya SN resmi mengenakan baju tahanan Polres Metro Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie beserta sopirnya SN resmi mengenakan baju tahanan Polres Metro Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

"Iya betul (tiga tersangka dibawa untuk pengembangan)," kata Panji saat dikonfirmasi, Kamis (8/7/2021) malam.

Satreskoba Polres Metro Jakarta Pusat menangkap Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan ZN pada Rabu (7/7). Berdasar hasil pemeriksaan urine, ketiganya positif mengkonsumsi sabu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan awalnya Satreskoba Polres Jakarta Pusat terlebih dahulu menangkap ZN. Dari tangan ZN penyidik mengamankan barang bukti sabu seberat 0,78 gram yang diakui milik Nia Ramadhani.

"Diinterogasi ternyata yang bersangkutan mengakui barang tersebut adalah barang milik saudari RA," kata Yusri saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (8/7) kemarin.

Berbekal informasi tersebut, penyidik selanjutnya melakukan penggeledahan ke rumah Nia Ramadhani di Pondok Indah, Kebayoran Lama. Di sana penyidik kembali menemukan barang bukti berupa bong atau alat hisap sabu.

Ketika itu, Nia Ramadhani mengaku mengkonsumsi sabu bersama suaminya, yakni Ardi Bakrie

"Saudari RA kemudian dilakukan pendalaman dan mengaku bahwa suaminya AAB menghisap atau menggunakan sabu bersama-sama. Tapi saat di TKP AAB nggak ada," beber Yusri.

Sekitar pukul 20.00 WIB Ardi Bakrie akhirnya menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Pusat. Dia menyerahkan diri setelah Nia Ramadhani menghubungi melalui sambungan telepon.

"Setelah isya jam 20.00 WIB saudara AAB datang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk menyerahkan diri," pungkasnya.

Dalam perkara ini, Nia Ramadhani, Ardi Bakrie dan ZN telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terbukti menggunakan sabu berdasar hasil tes urine.

Yusri menyebut Nia Ramadhani mengaku telah mengkonsumsi sabu sejak lima bulan terakhir. Dia membeli barang haram tersebut dari seseorang seharga Rp1,5 juta.

"Kita tes urine ketiganya positif," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait