alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rumah Rusak Akibat Banjir Bekasi Akan Dibangun Melalui Program Rutilahu

Antonio Juao Silvester Bano Rabu, 24 Februari 2021 | 00:27 WIB

Rumah Rusak Akibat Banjir Bekasi Akan Dibangun Melalui Program Rutilahu
Banjir akibat Tanggul Sungai Citarum jebol.[Istimewa]

"Kita ada anggaran rutilahu. Membangun rumah baru nanti kita upayakan bisa dari pemerintah kabupaten maupun provinsi nanti tinggal didata oleh kepala desa," kata Ridwan Kamil

SuaraBekaci.id - Rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir Bekasi di Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran akan kembali dibangun melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya memiliki anggaran pada program Rutilahu. Nantinya anggaran itu dapat digunakan untuk pembangunan rumah yang mengalami kerusakan.

Dia mengungkapkan, Pemprov Jabar memiliki anggaran sebesar Rp560 miliar untuk perbaikan 31.500 rutilahu di 27 daerah sepanjang tahun ini.

"Kita ada anggaran rutilahu. Membangun rumah baru nanti kita upayakan bisa dari pemerintah kabupaten maupun provinsi nanti tinggal didata oleh kepala desa," kata Ridwan Kamil saat meninjau perbaikan tanggul Sungai Citarum jebol di Desa Sumberurip dilansir dari AyoBandung.com -- jaringan Suara.com, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Soal Banjir, Dahnil Anzar Ajak Semua Pihak Berlomba-lomba dalam Kebaikan

Selain iu, Ridwan Kamil menjelaskan, perbaikan tanggul Sungai Citarum jebol akan dilakukan secepatnya. Supaya, aliran air dari Sungai Citarum tidak masuk ke permukiman warga.

Banjir akibat Tanggul Sungai Citarum jebol.[Istimewa]
Banjir akibat Tanggul Sungai Citarum jebol.[Istimewa]

"Ada dua level untuk emergency yang akan dikerjakan sore sampai malam ini mudah-mudahan secepatnya bisa selesai," katanya.

"Citarum meluap luar biasa. Kapasitasnya yaitu 800 meter kubik. Kemarin sampai 1.300 meter kubik. Jadi melebihi tinggi akhirnya menjebol beberapa titik," sambung Ridwan Kamil.

Dalam kunjungannya tersebut, Ridwan Kamil juga menyatakan, bantuan logistik untuk masyarakat terdampak banjir terus mengalir, baik dari BPBD Kabupaten, BPBD Provinsi, maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga: Warga Tambun Kecewa Santunan Korban Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Disetop

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait