- Bupati Michael Thungari dan Forkopimda meninjau kebakaran Gunung Awu di Kepulauan Sangihe pada Selasa, 8 September 2026.
- Hillary Brigitta Lasut bersama BPJK Demokrat mendistribusikan 25.000 masker serta mendorong opsi pemadaman jalur udara kepada BNPB.
- Badan Geologi menyatakan status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III Siaga meskipun erupsi telah berakhir.
SuaraBekaci.id - Kebakaran di kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mendapat perhatian di tengah sulitnya akses menuju titik api.
Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut bersama Badan Pembinaan Jaringan Konstituen (BPJK) Partai Demokrat menyiapkan bantuan untuk warga terdampak dan mendorong opsi pemadaman melalui jalur udara.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga telah turun langsung memantau kondisi kebakaran Gunung Awu.
Pada Selasa (8/9/2026), Bupati Michael Thungari bersama Forkopimda meninjau kawasan terdampak, sementara medan yang sulit membuat sejumlah titik api belum dapat dijangkau langsung.
Hillary mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai kebutuhan alat pelindung diri (APD), obat mata, hingga air bersih bagi masyarakat.
Respons tersebut kemudian diwujudkan melalui distribusi bantuan logistik dan masker.
“Lelah Menunggu? #JustDoIt. Kami mendapat laporan masyarakat bahwa saat ini sangat dibutuhkan APD, obat mata dan air bersih di Sangihe,” tulis Hillary dalam unggahan media sosialnya, Selasa (8/9/2026).
Melalui program Aksi Cepat Tanggap Bencana Erupsi, BPJK Demokrat membagikan 25.000 masker KN95 dan KF94 secara gratis.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi paparan asap dan abu yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Baca Juga: Hillary Brigitta Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Untuk Kesetaraan Peluang Kerja
Selain di Sangihe, bantuan berupa masker, air bersih, dan makanan siap saji juga diarahkan ke wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Aktivitas Anak Krakatau memang masih menjadi perhatian pemerintah.
Badan Geologi menyatakan status gunung api tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga, meski episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam telah berakhir pada 6 September 2026.
Sementara untuk Gunung Awu, Hillary mendorong pemerintah mempertimbangkan pemadaman melalui jalur udara apabila kondisi medan menyulitkan penanganan dari darat.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar kebakaran tersebut mendapat penanganan lebih serius.
Kondisi medan menjadi salah satu persoalan utama dalam penanganan kebakaran Gunung Awu.
Berita Terkait
-
Hillary Brigitta Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Untuk Kesetaraan Peluang Kerja
-
Hillary Brigitta Lasut Semprot Amien Rais: Serangan ke Teddy Bukan Kritik, Tapi Fitnah
-
Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran, Polisi Selidiki Dugaan Sepeda Listrik yang Sedang Isi Daya
-
Kebakaran SPBE Cimuning Telan 14 Korban, Pemkot Bekasi Tanggung Seluruh Biaya Perawatan
-
9 Persiapan Wajib Sebelum Mudik Agar Rumah Aman dari Kebakaran & Pencurian
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak