- Pemerintah Kota Bekasi mengimbau warga waspada sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga.
- Partikel abrasif abu vulkanik berisiko mengganggu pernapasan serta memicu iritasi mata bagi manusia.
- Warga diminta memakai masker, menutup rumah, dan membersihkan abu secara hati-hati tanpa disapu kering.
SuaraBekaci.id - Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Imbauan ini disampaikan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Status Level III atau Siaga berdasarkan informasi PVMBG.
Pemkot Bekasi mengingatkan masyarakat bahwa abu vulkanik bukan sekadar debu biasa.
Partikel tersebut berasal dari material batuan dan mineral hasil aktivitas gunung api yang berukuran sangat halus serta dapat bersifat abrasif.
Dalam imbauannya, Pemkot Bekasi menyebut abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan. Paparan abu juga berpotensi menyebabkan iritasi pada mata.
Karena itu, masyarakat Bekasi diminta melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Salah satunya dengan menggunakan masker dan kacamata ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Warga juga dianjurkan menutup pintu dan jendela rumah untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam ruangan.
"Aktivitas di luar rumah, terutama di area terbuka, sebaiknya dikurangi selama kondisi sebaran abu masih berkembang," himbau Pemkot Bekasi.
Baca Juga: Air Danau Bekas Galian Jadi Air Siap Minum untuk Warga Kekeringan di Bekasi
Pemkot Bekasi juga memberikan perhatian khusus terhadap cara membersihkan abu vulkanik.
Masyarakat diminta tidak mengibaskan atau menyapu abu dalam kondisi kering karena tindakan tersebut dapat membuat partikel kembali beterbangan dan terhirup.
Pembersihan sebaiknya dilakukan secara hati-hati dengan metode yang dapat meminimalkan debu.
Langkah tersebut penting agar abu yang telah mengendap tidak kembali menyebar ke udara di sekitar rumah.
Selain melindungi diri, masyarakat diminta menjaga makanan dan minuman agar tidak terkena paparan abu vulkanik.
Bahan makanan dan minuman yang terbuka sebaiknya segera ditutup atau diamankan.
Berita Terkait
-
Air Danau Bekas Galian Jadi Air Siap Minum untuk Warga Kekeringan di Bekasi
-
MUI Bekasi Dorong Pendekatan Ini Lindungi Remaja dari Pergaulan Menyimpang
-
Pria Asal Bekasi Diciduk Polisi Usai Ajak Kepung DPR
-
Danantara Butuh Waktu 3 Tahun Bangun PSEL Bekasi
-
Pesan Tegas Plt Bupati Bekasi: Beda Pilihan Boleh, Warga Jangan Jadi Korban!
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Pemkot Minta Warga Jangan Panik tapi Waspada
-
Air Danau Bekas Galian Jadi Air Siap Minum untuk Warga Kekeringan di Bekasi
-
MUI Bekasi Dorong Pendekatan Ini Lindungi Remaja dari Pergaulan Menyimpang
-
Warga Jakarta Gelar Salat Istisqa Minta Turun Hujan
-
Transformasi Mulai Berdampak, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026