Galih Prasetyo
Minggu, 06 September 2026 | 13:47 WIB
Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. [Dok @Jangdaraa]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Bekasi mengimbau warga waspada sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga.
  • Partikel abrasif abu vulkanik berisiko mengganggu pernapasan serta memicu iritasi mata bagi manusia.
  • Warga diminta memakai masker, menutup rumah, dan membersihkan abu secara hati-hati tanpa disapu kering.

SuaraBekaci.id - Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Imbauan ini disampaikan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Status Level III atau Siaga berdasarkan informasi PVMBG.

Pemkot Bekasi mengingatkan masyarakat bahwa abu vulkanik bukan sekadar debu biasa.

Partikel tersebut berasal dari material batuan dan mineral hasil aktivitas gunung api yang berukuran sangat halus serta dapat bersifat abrasif.

Dalam imbauannya, Pemkot Bekasi menyebut abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan. Paparan abu juga berpotensi menyebabkan iritasi pada mata.

Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. [Dok Pemkot Bekasi]

Karena itu, masyarakat Bekasi diminta melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Salah satunya dengan menggunakan masker dan kacamata ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Warga juga dianjurkan menutup pintu dan jendela rumah untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam ruangan.

"Aktivitas di luar rumah, terutama di area terbuka, sebaiknya dikurangi selama kondisi sebaran abu masih berkembang," himbau Pemkot Bekasi.

Baca Juga: Air Danau Bekas Galian Jadi Air Siap Minum untuk Warga Kekeringan di Bekasi

Pemkot Bekasi juga memberikan perhatian khusus terhadap cara membersihkan abu vulkanik.

Masyarakat diminta tidak mengibaskan atau menyapu abu dalam kondisi kering karena tindakan tersebut dapat membuat partikel kembali beterbangan dan terhirup.

Pembersihan sebaiknya dilakukan secara hati-hati dengan metode yang dapat meminimalkan debu.

Langkah tersebut penting agar abu yang telah mengendap tidak kembali menyebar ke udara di sekitar rumah.

Selain melindungi diri, masyarakat diminta menjaga makanan dan minuman agar tidak terkena paparan abu vulkanik.

Bahan makanan dan minuman yang terbuka sebaiknya segera ditutup atau diamankan.

Load More