- Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menghadiri Musda XI DPD Partai Golkar di Cikarang Selatan pada Senin (24/8).
- Asep menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, kedewasaan politik, serta memperkuat konsolidasi dan kontribusi nyata untuk pembangunan daerah.
- Akhmad Marjuki terpilih secara aklamasi untuk memimpin kembali DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi pada Musda tersebut.
SuaraBekaci.id - Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meminta dinamika dan perbedaan pilihan politik tetap ditempatkan dalam kerangka kepentingan yang lebih besar, yakni kemajuan Kabupaten Bekasi dan kesejahteraan masyarakat.
"Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh proses Musda ini tetap dilandasi semangat kebersamaan, kedewasaan politik serta kepentingan yang lebih besar yaitu kemajuan Kabupaten Bekasi berikut kesejahteraan masyarakatnya," kata Asep di Kabupaten Bekasi, Senin (24/8).
Hal itu disampaikan Asep saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi di Cikarang Selatan.
Menurut dia, perbedaan pandangan maupun pilihan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi, terutama dalam proses pengambilan keputusan.
Namun, Asep berharap seluruh rangkaian Musda berlangsung secara demokratis dengan tetap mengedepankan semangat kebersamaan dan kedewasaan politik.
Ia menilai Musda juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan gagasan, serta meneguhkan komitmen dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat dan pembangunan daerah.
"Musda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan gagasan serta meneguhkan komitmen bersama dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat maupun pembangunan Kabupaten Bekasi," katanya.
Asep mengatakan Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional dengan posisi penting dalam perekonomian Jawa Barat maupun nasional.
Potensi dan posisi strategis tersebut, menurut dia, menjadi modal yang perlu terus dikembangkan melalui sinergi dan kolaborasi seluruh elemen daerah, termasuk Partai Golkar.
Baca Juga: Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita
Dalam konteks tersebut, Asep berharap Golkar terus mengambil peran dalam pembangunan melalui gagasan konstruktif dan ikut mengawal program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Saya berharap Partai Golkar dapat terus memberikan kontribusi positif melalui gagasan-gagasan konstruktif serta ikut mengawal berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia juga berharap Musda XI memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan kualitas kaderisasi sehingga dapat menghasilkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Bekasi.
Dalam Musda tersebut, Akhmad Marjuki kembali dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi setelah terpilih secara aklamasi.
Marjuki selanjutnya akan melanjutkan agenda konsolidasi internal serta memastikan program organisasi berjalan optimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum
-
Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini
-
Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Mengawal Ekonomi Masyarakat