- Ketua MUI Kabupaten Bekasi KH. Prof. Mahmud menyerukan penguatan pendidikan karakter untuk mencegah LGBT pada Kamis (3/9) di Cikarang.
- Pendekatan strategis yang diusulkan meliputi penguatan ketahanan keluarga, kehadiran emosional orang tua, serta penciptaan lingkungan sosial yang sehat.
- Hasil dari kolaborasi keluarga, sekolah, dan masyarakat ini diharapkan mampu membentengi generasi muda dari pengaruh negatif zaman.
SuaraBekaci.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyerukan penguatan pendidikan karakter sebagai kunci menghadapi beragam tantangan sosial yang berkembang di tengah generasi muda, termasuk pencegahan praktik lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).
"Pendekatan yang mengedepankan dialog, pendidikan karakter, pendampingan dan lingkungan sosial yang sehat lebih strategis dibandingkan sekadar kecaman maupun stigma," kata Ketua MUI Kabupaten Bekasi KH. Prof. Mahmud di Cikarang, Kamis (3/9).
Dia mengatakan keluarga harus kembali menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, keteladanan sekaligus ruang dialog yang aman. Kehadiran orangtua secara emosional dinilai sangat penting di tengah perubahan sosial dan derasnya pengaruh media sosial.
Menurut dia, solusi permasalahan LGBT yang paling strategis bukanlah memperbanyak konflik sosial, melainkan memperkuat ketahanan keluarga. Orangtua perlu hadir secara emosional, bukan hanya secara fisik sebab anak-anak membutuhkan perhatian, dialog, kasih sayang serta figur teladan.
Fenomena LGBT, kata dia, tidak dapat dilihat hanya dari satu sudut pandang. Penguatan keluarga perlu berjalan beriringan dengan pendidikan karakter di sekolah maupun kepedulian masyarakat pada lingkungan masing-masing.
"Sekolah diharapkan tidak hanya membangun kemampuan akademik tetapi juga menanamkan tanggung jawab, pengendalian diri, etika pergaulan serta nilai agama dan budaya," ujarnya.
Dirinya juga mendorong agar pendekatan keagamaan dilakukan secara ramah dan mendidik. Dakwah hendaknya menjadi sarana membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik, bukan sekadar memberikan penghakiman.
"Dakwah yang menyejukkan sering lebih efektif dibandingkan dengan dakwah yang hanya berisi kemarahan. Tujuan agama bukan sekadar menghakimi, tetapi mengarahkan manusia menuju kehidupan yang lebih baik," katanya.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2015-2023 itu mengaku masyarakat Kabupaten Bekasi memiliki modal sosial kuat melalui budaya gotong royong, kedekatan keluarga dan kehidupan komunal, hanya saja perlu diperkuat agar generasi muda memiliki lingkungan sehat dan suportif.
Baca Juga: Pria Asal Bekasi Diciduk Polisi Usai Ajak Kepung DPR
Prof. Mahmud mengajak keluarga memperbanyak aktivitas bersama tanpa gawai, melibatkan remaja dalam kegiatan olahraga, seni, organisasi maupun kegiatan sosial, menghadirkan figur teladan yang dekat dengan anak serta membangun budaya dialog dalam keluarga.
"Anak yang didengar cenderung lebih terbuka dibanding anak yang hanya dihakimi. Ketika anak tumbuh dalam keluarga yang hangat, memperoleh pendidikan moral yang baik, memiliki tujuan hidup yang jelas serta merasa dicintai dan dihargai, mereka akan lebih siap menghadapi berbagai pengaruh zaman, termasuk fenomena LGBT," ucapnya.
Ia menekankan bahwa upaya membangun generasi muda yang tangguh harus dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga yang kuat, pendidikan karakter yang kokoh dan masyarakat yang peduli menjadi tiga pilar penting dalam membangun ketahanan generasi muda Kabupaten Bekasi.
"Perubahan besar dalam masyarakat tidak pernah dimulai dari ruang sidang atau media sosial, melainkan dari rumah. Rumah yang penuh kasih sayang, keteladanan dan nilai-nilai luhur akan selalu menjadi benteng pertama bagi masa depan bangsa," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan