- Pemkot Bekasi melakukan studi tiru pengelolaan sampah menjadi listrik di fasilitas PLTSa milik Wangneng Environment, Huzhou, China.
- Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari teknologi pengolahan sampah sebagai persiapan proyek PSEL Kota Bekasi guna mendukung transformasi kawasan Bantargebang.
- Proyek PSEL ditargetkan mulai dibangun pada Juli 2026 dan didanai sepenuhnya oleh pihak perusahaan guna mewujudkan ekonomi hijau.
SuaraBekaci.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, melakukan kunjungan kerja dalam rangka studi tiru pengolahan sampah menjadi listrik ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Wangneng Environment di Huzhou, China.
Rombongan bertolak ke China hari ini dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi bersama jajaran Komisi II, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, serta perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang.
"Kunjungan dilakukan dalam rangka mempelajari secara langsung teknologi pengolahan sampah yang akan diterapkan pada proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi," kata Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih menjelang keberangkatan di Bekasi, Jumat (26/6).
Kehadiran unsur pemerintah, legislatif dan masyarakat, dalam satu kunjungan ini merupakan bentuk keterbukaan informasi.
Sekaligus upaya membangun pemahaman bersama terhadap proyek strategis yang akan menjadi salah satu solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Kota Bekasi.
Kiswatiningsih mengatakan kunjungan ini dilakukan agar para pemangku kepentingan dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi waste to energy beroperasi.
Mulai dari proses penerimaan sampah, pengolahan, pengendalian emisi, hingga pemanfaatan menjadi energi listrik.
"Kami ingin seluruh proses pembangunan PSEL berjalan secara transparan dan dipahami bersama oleh seluruh pihak. Dengan melihat secara langsung, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai manfaat, standar operasional serta aspek lingkungan yang diterapkan," ujarnya.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari tahapan persiapan menjelang pembangunan fisik PSEL Kota Bekasi yang saat ini terus dipercepat dan seluruh biaya kegiatan ditanggung Wangneng Environment selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) yang telah ditetapkan dalam Proyek PSEL Kota Bekasi.
Baca Juga: Pilkades Serentak Bekasi 2026 Diundur
"Pembiayaan kunjungan sepenuhnya ditanggung oleh Wangneng sebagai BUPP sehingga tidak membebani keuangan daerah," ucapnya.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pembangunan PSEL bukan sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern tetapi menjadi bagian dari transformasi besar kawasan Bantargebang.
Selama puluhan tahun kawasan tersebut dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia.
Ke depan Pemkot Bekasi ingin mengubah stigma tersebut menjadi kawasan yang identik dengan inovasi lingkungan dan ekonomi hijau.
"Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan hidup yang mampu mengubah sampah menjadi energi, membuka peluang ekonomi bar,u dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ucapnya.
Pemkot Bekasi juga tengah mendorong pengembangan industri turunan berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi energi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK
-
Pimpin Kejurnas Tinju Amatir 2026, Hillary Lasut Soroti Nasib Atlet dan Kesejahteraan Wasit