- Perumda Tirta Bhagasasi dan BPBD Kabupaten Bekasi berkolaborasi mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak kekeringan musim kemarau.
- Kekeringan melanda Desa Nagasari dan Desa Ridogalih, menyebabkan 1.650 jiwa kesulitan mendapatkan akses pasokan air bersih layak.
- BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan 50.000 liter air bersih untuk membantu warga di dua kecamatan terdampak tersebut.
SuaraBekaci.id - Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyatakan siap menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
"Sudah menjadi kewajiban kami memberikan pelayanan masyarakat, terlebih dalam kondisi kesulitan akses air bersih bagi warga terdampak kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi," kata Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Luthfi Hasan di Cikarang, Selasa (16/6).
Reza menjelaskan bantuan air bersih tersebut juga menjadi bagian dari visi perusahaan dalam mengoptimalkan pelayanan publik, di samping upaya meningkatkan pendapatan melalui lini usaha yang dijalankan.
Penyaluran bantuan diperkuat melalui kerja sama antara Perumda Tirta Bhagasasi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi dalam penanganan darurat kekeringan.
Dalam kerja sama itu, Perumda Tirta Bhagasasi bertugas menyediakan pasokan air bersih, sedangkan BPBD mengerahkan armada truk tangki untuk mendistribusikannya ke wilayah yang mengalami krisis air bersih.
"Kerja sama ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap kondisi darurat. Kami siap membantu BPBD karena memiliki tanggung jawab yang sama dalam melayani masyarakat," ujarnya.
Ia mengaku hingga saat ini belum menerima permintaan bantuan air bersih secara langsung dari masyarakat. Namun, warga terdampak dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa untuk diteruskan ke kecamatan dan BPBD.
Menurut Reza, perusahaan siap menyalurkan bantuan melalui kantor cabang maupun koordinasi dengan BPBD, sebagaimana yang telah dilakukan selama bertahun-tahun saat musim kemarau maupun banjir.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan sedikitnya 1.650 jiwa dari 641 kepala keluarga di dua desa mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Baca Juga: Lautan Manusia di Kota Bekasi Rayakan Tahun Baru Islam
Dua wilayah terdampak tersebut yakni Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, dan Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.
Menurut Muchlis, Desa Ridogalih menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Sebanyak 800 jiwa dari 296 kepala keluarga mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat tidak turun hujan selama lebih dari satu bulan.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Nagasari sehingga pasokan air bersih masih dibutuhkan warga setempat.
BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan 50.000 liter air bersih kepada warga terdampak melalui armada truk tangki dengan pasokan dari kantor cabang Perumda Tirta Bhagasasi terdekat.
"Kami terus berkoordinasi dengan aparatur wilayah untuk memastikan distribusi berjalan optimal. Penyaluran bantuan akan terus dilakukan hingga menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan," kata Muchlis.
Terpisah, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK
-
Pimpin Kejurnas Tinju Amatir 2026, Hillary Lasut Soroti Nasib Atlet dan Kesejahteraan Wasit