- Presiden Prabowo Subianto menjenguk para korban kecelakaan kereta api di RSUD Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa pagi.
- Kecelakaan kereta di Bekasi Timur menyebabkan tujuh orang meninggal dunia, 81 orang luka-luka, dan tiga orang terperangkap.
- PT KAI telah mengevakuasi seluruh 12 gerbong kereta Argo Bromo Anggrek ke Stasiun Bekasi setelah proses evakuasi intensif.
SuaraBekaci.id - Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban insiden kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo dengan gerbong Commuter Line (KRL) yang saat ini dirawat di RSUD Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa pagi (28/4).
Presiden Prabowo, yang mengenakan peci hitam dan atasan safari berwarna krem, tiba di RSUD Bekasi pukul 08.39 WIB.
Kedatangan Presiden itu didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.
Di lokasi, kedatangan Presiden disambut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan pejabat daerah setempat.
Setibanya di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo langsung memasuki ruang perawatan dan menemui korban.
Momen Presiden menjenguk korban yang saat ini dirawat di RSUD Bekasi berlangsung tertutup.
Dalam jumpa pers terbarunya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Jawa Barat, sebanyak 7 orang per Selasa pukul 06.30 WIB.
Bobby mengatakan selain korban meninggal, puluhan penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan, sementara sebanyak 3 korban masih terperangkap di dalam kereta.
“Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” kata Bobby sebagaimana dikutip dari unggahan resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, Selasa.
Baca Juga: Taksi Listrik Pemicu Tabrakan Beruntun Kereta? Ini Pernyataan Resmi Perusahaan
Bobby menjelaskan evakuasi korban berlangsung cukup lama karena dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga keselamatan korban.
“Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” ujar Bobby.
Bobby menambahkan seluruh rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek yang terdiri atas 12 gerbong telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
“Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan, jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi,” kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan
-
BRI Dorong Penyuluh Antikorupsi Jadi Teladan Integritas di Tempat Kerja
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata
-
BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026