- Pemkab Bekasi mengajak perajin batu bata lokal memproduksi genteng tanah liat guna mendukung program Gentengisasi Presiden Prabowo Subianto.
- Langkah ini diambil karena Kabupaten Bekasi belum memiliki produsen genteng lokal untuk memenuhi kebutuhan pembangunan rumah subsidi.
- Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan UMKM melalui produksi material berkualitas tinggi sesuai standar SNI bagi bangunan publik.
SuaraBekaci.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengajak segenap perajin batu bata untuk menangkap peluang usaha baru dengan memanfaatkan program Gentengisasi yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Program ini bertujuan untuk mendorong produksi genteng tanah liat sebagai material utama pembangunan rumah subsidi maupun perbaikan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir di Cikarang, Sabtu (11/4).
Dia menyatakan usaha produksi genteng di Kabupaten Bekasi saat ini sudah tidak dapat ditemukan sehingga perajin batu bata merah lokal diarahkan untuk turut memproduksi genteng untuk memenuhi kebutuhan program Presiden tersebut.
"Kabupaten Bekasi tidak memiliki produsen genteng lokal. Selama ini produksi lokal hanya terbatas pada batu bata merah dan itu pun jumlahnya semakin terbatas," katanya.
Padahal, kebutuhan genteng untuk program Gentengisasi harus dipenuhi. Pihaknya sudah mulai menjalankan program ini dengan mengandalkan suplai dari daerah lain seperti Purwakarta dan Majalengka.
"Ini sebetulnya menjadi peluang bagi kita. Makanya kita mendorong UMKM batu bata lokal mulai beralih atau ikut memproduksi genteng. Permintaan genteng saat ini sangat tinggi, terutama untuk mendukung program Gentengisasi," katanya.
Nur Chaidir meyakini program ini tidak hanya sebatas pada rumah subsidi dan perbaikan RTLH. Ke depan, penggunaan genteng tanah liat juga berpotensi diterapkan pada bangunan lain seperti sekolah, kantor pemerintahan hingga fasilitas umum.
Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi penggunaan material asbes demi alasan kesehatan dan keselamatan.
"Saat ini kami masih fokus pada penerima manfaat program RTLH. Sedangkan untuk sektor lain seperti sekolah atau fasilitas umum, itu menjadi tanggung jawab dinas terkait," jelasnya.
Baca Juga: Polisi Ringkus Pengedar Bawa 759 Butir Tramadol di Bekasi
Program Gentengisasi sendiri tidak hanya bertujuan membangun perumahan rakyat, tetapi turut memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat dan pelaku UMKM.
Program ini telah dimulai dengan pembelian genteng dari sentra UMKM Genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait menekankan penting menjaga kualitas produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk mendorong pelaku usaha kecil penghasil genteng di berbagai daerah untuk turut berpartisipasi dalam program ini.
"Ini adalah wujud nyata kebijakan Presiden Prabowo. Negara hadir bukan hanya untuk membangun rumah, tetapi juga memastikan pembangunan tersebut membawa manfaat langsung bagi rakyat kecil dan UMKM," ujarnya.
Ia menambahkan standar kualitas produk harus menjadi perhatian utama para pelaku UMKM agar produk mereka dapat bersaing di pasar nasional.
"UMKM harus memiliki daya saing tinggi dengan menjaga kualitas sesuai standar SNI," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Begini Kisah Heroik Tragedi Berdarah Sasak Kapuk, Ubah Bekasi Jadi Lautan Api
-
Heboh Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Begini Update Harga Bawang Merah di Indonesia
-
Rela Datang Jam 5 Pagi dari Bekasi, Demi Kaos Gratis HUT RI di Monas
-
BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan