- Pertina NTT menggugat Menpora di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Senin (13/4/2026) terkait legalitas organisasi Perbati yang tidak terbukti.
- Pertina NTT menyiapkan laporan pidana atas dugaan penggunaan dokumen tidak sah dan manipulasi identitas atlet pada pemusatan latihan nasional.
- Pihak Pertina NTT menegaskan hanya satu kepemimpinan organisasi yang sah dan mempertimbangkan pelaporan kasus ke pihak Komisi Pemberantasan Korupsi.
SuaraBekaci.id - Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Nusa Tenggara Timur (NTT) mempertegas langkah hukum dalam sengketa melawan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (13/4/2026), pihak Pertina NTT mengungkap sejumlah fakta baru yang dinilai mengarah ke ranah pidana.
Ketua Pertina NTT, Dr. Semuel Haning, menyebut pihak Menpora belum mampu membuktikan legalitas organisasi Perbati di persidangan.
Dalam sidang keempat itu, bukti Administrasi Hukum Umum (AHU) dari Kemenkumham tidak dapat ditunjukkan oleh kuasa hukum tergugat.
“Hakim sudah memberi kesempatan sejak awal, namun pihak Menpora tetap tidak bisa membuktikan legal standing Perbati secara sah,” ujar Semuel dalam konferensi pers.
Ia menegaskan, KONI Pusat telah mengeluarkan surat resmi yang menyatakan hanya Pertina di bawah kepemimpinan Dr. Hillary Brigitta Lasut yang diakui sah. Hal ini menjadi dasar kuat bagi pihaknya untuk melanjutkan proses hukum.
Tidak berhenti pada gugatan perdata, Pertina NTT juga menyiapkan langkah pidana. Semuel mengungkapkan pihaknya tengah menyusun laporan terkait dugaan penggunaan dokumen tidak sah.
“Kami menduga ada upaya memasukkan dokumen yang tidak benar. Ini akan kami laporkan menggunakan Pasal 391 KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2023,” tegasnya.
Selain itu, Pertina NTT juga membuka kemungkinan membawa kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca Juga: Pertina Tolak Organisasi Abal-Abal di Popnas: Nyawa Atlet Jangan Jadi Taruhan
Langkah ini diambil jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum yang lebih luas dalam proses tersebut.
Salah satu temuan krusial adalah dugaan manipulasi status atlet dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) SEA Games.
Semuel mengungkap atlet asal NTT yang direkomendasikan Pertina justru diberikan identitas organisasi lain saat tiba di pelatnas.
“Atlet kami dari Pertina malah diberikan kartu Perbati. Ini persoalan serius dan akan kami tuntut,” katanya.
Di tengah polemik dualisme organisasi, Semuel meminta atlet dan pelatih tetap fokus berlatih.
Ia menegaskan hanya ada satu kepemimpinan sah dalam tinju amatir Indonesia.
Berita Terkait
-
Pertina Tolak Organisasi Abal-Abal di Popnas: Nyawa Atlet Jangan Jadi Taruhan
-
Shayne Pattynama Susul Sandy Walsh dan Jordi Amat Jadi WNI, Menpora Ingatkan Naturalisasi Program Jangka Pendek
-
Siapa Gunawan Suswantoro, Sesmenpora yang Baru Dilantik Menpora Zainudin Amali?
-
Ditemani Iwan Bule dan Gubernur Jatim, Kapolri dan Menpora Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan
-
"Pindahkan" Tawuran ke Atas Ring Tinju, Polisi Bakal Datangkan Pelatih dari Sasana Terkenal
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila