- Pemkab Bekasi menertibkan pedagang di lingkungan kantor untuk meningkatkan produktivitas dan kenyamanan kerja para Aparatur Sipil Negara.
- Petugas Satpol PP dan pengamanan internal dikerahkan guna menindak pedagang liar serta menata titik kemacetan di sekitar kantor.
- Sistem penerimaan tamu diubah menjadi prosedur penjemputan di lobi utama guna menjamin privasi dan keamanan lingkungan perkantoran.
SuaraBekaci.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menata kompleks perkantoran dengan menertibkan pedagang hingga mengubah pola penerimaan tamu untuk produktivitas serta kenyamanan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Kaitan dengan penertiban pedagang dan penataan lingkungan kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi agar para pegawai ini nyaman bekerja, sehingga pedagang yang memang biasa ada di dalam ini tidak boleh masuk ke ruang kerja," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin di Cikarang, Selasa (7/4).
Dia menyatakan langkah tegas ini diambil dalam rangka menata kembali lingkungan perkantoran sekaligus mengembalikan fungsi ruang kerja sebagai area profesional yang bebas dari aktivitas perdagangan liar demi meningkatkan produktivitas dan kenyamanan para pegawai.
Dirinya menyebut penertiban ini tidak hanya menyasar area koridor kantor melainkan juga melibatkan pengamanan ketat di pintu-pintu masuk gedung dinas.
Jajaran Satpol PP dan unsur pengamanan internal diminta bersiaga penuh memastikan kebijakan ini berjalan efektif di lapangan tanpa pengecualian.
"Silakan nanti menyesuaikan dan saya berharap semua komponen yang bertanggung jawab terhadap pengamanan ini, Pamdal maupun Satpol PP ini ikut membantu penertiban tersebut," ucapnya.
Selain menyisir area dalam gedung, Pemkab Bekasi juga menaruh perhatian pada titik-titik kemacetan di luar kantor, seperti fenomena pasar jongkok sepanjang area belakang gedung DPRD hingga Disnaker yang kerap dikeluhkan pengguna jalan.
"Ada pun untuk penataan pasar jongkok ini kemungkinan akan digeser karena memang sangat mengganggu lalu lintas sehingga rencananya akan digeser ke akses menuju klaster Langkawi," jelasnya.
Penataan ini turut menjangkau kawasan bundaran Patung Golok yang merupakan akses utama menuju kompleks perkantoran, mengingat lahan tersebut merupakan bagian dari kawasan pengembang.
Baca Juga: Janjikan Pemerintah Bersih, Heri-Sholihin: Tak Ada Transaksional Mutasi ASN
"Nah kemudian yang di Patung Golok karena memang ini yang punya lokasinya itu Deltamas sehingga kita harus berkoordinasi dengan mereka juga," katanya.
Selanjutnya, sistem penerimaan tamu juga akan diubah total untuk menjaga privasi dan keamanan di dalam gedung dinas.
Setiap tamu tidak lagi diperkenankan berkeliaran mencari ruangan, melainkan akan dikelola melalui mekanisme penjemputan di lobi utama sesuai prosedur operasional standar yang baru.
"Ada pun yang di dalam saya berharap bahwa semua ikut menertibkan untuk penerimaan tamu juga berdasarkan notulen ini akan diatur ya. Nanti tamu yang datang kepada siapa keperluannya itu nanti akan menunggu di area lobi. Selanjutnya nanti dari teman-teman yang ditugaskan untuk menjemput itu ada penjemputan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Anak Disakiti! DPR Sebut Ada Celah Mematikan di Balik Menjamurnya Daycare
-
Kekerasan di Daycare Little Aresha: Mengapa Nama Seorang Hakim Ada dalam Struktur Yayasan?
-
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah Kaki
-
Pemprov Jabar Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Sosok Nurhayati, Pengurus Muslimat NU Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Kereta di Bekasi