- Perajin tahu dan tempe di Kabupaten Bekasi melakukan penyesuaian produksi akibat lonjakan harga kedelai serta material plastik kemasan.
- Strategi bertahan dilakukan dengan memperkecil ukuran produk dan merumahkan sebagian pekerja untuk menjaga kelangsungan usaha tetap berjalan.
- Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi mengonfirmasi kenaikan harga tersebut namun memastikan stok bahan baku kedelai masih dalam kondisi mencukupi.
SuaraBekaci.id - Para perajin tahu dan tempe di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan upaya adaptasi guna menyiasati kondisi tekanan ekonomi imbas lonjakan harga bahan baku hingga material pendukung, agar tetap dapat menjalankan roda usaha.
Perajin tahu asal Kecamatan Cikarang Barat, Deden (55) mengungkapkan sejumlah penyesuaian seperti memperkecil ukuran produk.
Hingga membatasi jumlah pekerja terpaksa dilakukan sebagai dampak peningkatan harga bahan baku kedelai impor serta plastik kemasan.
"Saya ingin menyelamatkan usaha yang sudah sejak lama saya rintis. Terpaksa dilakukan biar bisa terus produksi," katanya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan lonjakan harga kedelai impor memaksanya untuk memperkecil ukuran tahu meski tidak signifikan sedangkan dari aspek pekerja, sebagian karyawan dirumahkan untuk sementara.
"Jumlah pekerja dibatasi. Hampir 50 persen pekerja dirumahkan, tapi hanya untuk sementara. Saat permintaan besar, baru semua karyawan dipekerjakan. Dalam satu minggu ada sekitar tiga hari di mana karyawan masuk semua. Alhamdulillah mereka semua memahami," katanya.
Sementara perajin tempe di Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru Sukhep (51) mengatakan, harga beli kedelai yang menjadi bahan baku utama produksi tempe kini mencapai Rp10.900 per kilogram dari semula Rp10.000.
"Kalau biasanya satu kuintal kedelai harganya Rp1 juta, sekarang sudah tembus Rp1.090.000," kata Sukhep.
Menurutnya, tren kenaikan harga bukan hal baru karena sudah mulai terjadi saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Namun masalahnya adalah fluktuasi harga yang begitu cepat bahkan setiap kali stok baru didistribusikan ke perajin.
Baca Juga: Bersih-Bersih Kantor Pemkab Bekasi: Pedagang Dilarang Masuk, Tamu Wajib Dijemput
"Pokoknya setiap kali turun dari truk, harga naik Rp10 ribu per kuintal. Besok juga bisa saja naik lagi Rp10 ribu," ucapnya.
Tak hanya kedelai, harga plastik pembungkus yang bergantung pada biji plastik impor juga ikut melonjak. Plastik per rol yang semula seharga Rp270 ribu, kini meroket hingga Rp380 ribu.
"Saya menduga lonjakan harga ini dipicu ketidakstabilan kondisi global. Menurut informasi karena efek dari konflik di Timur Tengah," katanya.
Dia mengaku sejauh ini tidak menaikkan harga jual tempe karena khawatir kehilangan pelanggan. Kondisi ini disiasatinya dengan memperkecil ukuran produk agar marjin keuntungan masih tetap terjaga meski tipis.
"Ukuran tempe diperkecil. Tetapi kalau yang lain pada naik, bisa juga harga naik. Yang jelas kalau keadaan seperti ini, produksi juga bisa turun karena ukuran tempe menyusut," ucap dia.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Helmy Yenti membenarkan telah terjadi kondisi kenaikan harga kedelai maupun plastik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Pre Order Samsung Galaxy Z Fold 8 di Blibli Tanggal 22 Juli hingga 13 Agustus, Cek Promo & Harganya!
-
Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Berikan Inspirasi Siswa Dalam Meraih Cita-cita
-
Putaran Cakung Ditutup! Truk Kontainer yang Sering Bikin Antrean Panjang Diminta ke Sini
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental