- Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim meminta pemerintah melarang pemegang paspor Israel masuk ke wilayah Indonesia.
- Langkah tegas ini diusulkan sebagai respons atas serangan Israel terhadap markas UNIFIL di Lebanon pada 29 Maret.
- Serangan tersebut menyebabkan tiga prajurit TNI gugur dan lima personel lainnya mengalami luka-luka saat bertugas.
SuaraBekaci.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim meminta agar pemerintah menangkal pemegang paspor Israel masuk ke Indonesia.
Sebagai respons atas penyerangan Markas Pasukan Penjaga Perdamaian atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang mengakibatkan gugurnya tiga anggota TNI.
"Sebagai respons atas apa yang terjadi, tidak bijaksana kalau kita sebagai sebuah negara besar diam saja. Semut saja kalau diinjak menggigit, masa kita dilukai tidak melakukan respon apa-apa," kata Lukman di Jakarta, Jumat (3/4).
Dia juga memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengambil langkah tegas terkait kejadian penyerangan Markas Pasukan Penjaga Perdamaian tersebut.
Menurut dia, penyerangan itu merupakan pelanggaran berat, sehingga tidaklah berlebihan apabila Indonesia, sebagai negara berdaulat, memberikan respons yang sepadan dengan menangkal para pemegang paspor Israel masuk ke Indonesia.
Lebih lanjut, Lukman menilai permintaan untuk menangkal pemegang paspor Israel tersebut merupakan sikap negara berdaulat yang memiliki kewenangan dan peran dalam konstelasi politik internasional.
Sebagaimana diketahui, artileri Israel menyerang Markas UNIFIL pada Minggu (29/3). Dalam insiden tersebut, tiga personel TNI, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur.
Sementara lima personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto mengalami luka-luka.
Ketiga jenazah prajurit TNI yang gugur itu sedang diproses pemulangannya, sementara prajurit yang mengalami luka-luka sudah dirawat di rumah sakit setempat.
Baca Juga: JK: Prajurit TNI Gugur di Lebanon Pahlawan Perdamaian Dunia
Menanggapi proses pemulangan dan perawatan itu, Lukmanul memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Mabes TNI.
Dia pun mengaku bersyukur atas perhatian TNI dan pemerintah yang menganugerahi kenaikan pangkat luar biasa militer selain perang (KPLB OMSPA) satu tingkat kepada tiga prajurit yang gugur, serta memberikan santunan Rp1,8 miliar yang berasal dari santunan tabungan asuransi, risiko kematian, beasiswa untuk anak dan lainnya.
"Apa yang dilakukan pemerintah di dalam negeri sangat pas. Sebagai pribadi, saya terharu mendengar berbagai penghargaan dan santunan yang diberikan. Tapi sekali lagi, sebagai bangsa berdaulat kita harus menunjukkan sikap yang jelas dan tegas terhadap Israel," tegas Lukman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Pertahankan Posisi Teratas, Nilai Merek Indonesia Capai USD6,9 Miliar
-
Obat Herbal Racikan Abal-abal 4 Pemuda Ini Ancam Nyawa Konsumen
-
BRI Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru untuk Perkuat Solusi Investasi Nasabah
-
Kronologi Ibu di Pondok Pinang Ditarik hingga Pakaian Dalam Putus
-
Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret