- Jusuf Kalla menyerukan penguatan silaturahmi dan persatuan bangsa pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
- Pernyataan tersebut disampaikan JK usai salat Idulfitri di Masjid Agung Al Azhar pada Sabtu, 21 Maret 2026.
- Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan nasional sebagai pelajaran dari persoalan di beberapa negara Islam.
SuaraBekaci.id - Jusuf Kalla mengajak umat Islam untuk mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan bangsa dalam momentum Idulfitri 1447 Hijriah.
Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan usai melaksanakan salat Idulfitri di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Sabtu (21/3/2026).
Dalam keterangannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas kondisi cuaca yang mendukung pelaksanaan ibadah.
“Alhamdulillah, walaupun sebelumnya diperkirakan hujan, ternyata tidak. Hanya semalam hujan sedikit. Ini menjadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menekankan bahwa Idulfitri merupakan momen penting untuk saling bersilaturahmi, memaafkan, dan memperkuat persatuan.
Ia mengingatkan umat Islam untuk memanfaatkan hari raya sebagai ajang mempererat hubungan sosial dan kebangsaan.
“Ini kesempatan kita semua, khususnya umat Islam, untuk menjaga persatuan dan silaturahmi, serta bersama-sama memajukan bangsa dan negara,” katanya.
Ia juga menyinggung kondisi di sejumlah negara Islam, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang tengah menghadapi berbagai persoalan.
Menurutnya, situasi tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan di dalam negeri.
Baca Juga: Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Zona Merah, JK: Pemerintah Harus Aktif
“Kita di Indonesia harus menjaga persatuan itu. Kita juga mendukung dan mendoakan saudara-saudara kita di negara lain agar dapat kembali bersatu,” tuturnya.
Momentum Idulfitri, lanjutnya, diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas, baik di tingkat nasional maupun global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Vape Jadi Sarana Peredaran Narkoba, Bagaimana Sikap PBNU?
-
Tumpukan Sampah di TPS 3R Pulogebang Meluber, Warga Resahkan Penyakit
-
OJK Cabut Izin Satu Bank di Sumatra Barat, Bagaimana Uang Nasabah?
-
Perajin Tahu-Tempe Bekasi Perkecil Ukuran Produk, Pekerja Dirumahkan
-
Bersih-Bersih Kantor Pemkab Bekasi: Pedagang Dilarang Masuk, Tamu Wajib Dijemput