- Pelaku berinisial A mencuri laptop senilai Rp31 juta di Duri Kosambi, Jakarta Barat, pada Senin, 11 Mei.
- Pelaku memetakan lokasi dengan modus menanyakan alamat sebelum menyusup ke rumah kos yang dalam kondisi sepi.
- Hasil penjualan barang curian digunakan pelaku untuk membayar utang pribadi sebesar Rp150 juta akibat kerugian usaha.
SuaraBekaci.id - Polres Metro Jakarta Barat (Polrestro Jakbar) mendalami perkara pelaku pencurian laptop bernilai Rp31 juta dengan modus berpura-pura menanyakan alamat di sebuah rumah kos kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat, George Ruben, mengungkapkan aksi pencurian tersebut terjadi pada Senin (11/5) sekira pukul 08.00 WIB dilakukan terduga pelaku berinisial A yang sengaja datang terlebih dahulu untuk memetakan situasi di target operasi.
"Pelaku ini sebelumnya datang ke lokasi kos dengan modus menanyakan alamat. Setelah itu dia kembali lagi satu atau dua hari kemudian untuk melihat situasi rumah," kata George kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/5).
George menjelaskan setelah memastikan kondisi rumah kos dalam keadaan sepi dan ditinggal penghuninya, pelaku langsung menyusup masuk untuk menggasak barang berharga milik korban.
"Dia menggambar situasi dulu. Kalau dilihat sepi, baru masuk untuk mengambil barang-barang di dalam kos itu," ujarnya.
Menurut George, dari hasil pendalaman sementara, pelaku A mengaku sudah dua kali melakukan aksi pencurian dengan modus serupa. Sebelum menggasak MacBook, pelaku sempat mencuri sebuah telepon seluler (handphone) yang juga dijual untuk melunasi utang.
Pihak kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi keterlibatan pelaku dengan jaringan narkoba maupun aktivitas judi online.
"Untuk sementara sepertinya belum ada (indikasi narkoba atau judi online)," pungkas George.
Adapun, laptop mewah senilai puluhan juta rupiah tersebut dijual oleh pelaku dengan harga murah, yakni Rp2 juta. Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang hasil penjualan tersebut digunakan pelaku untuk mencicil utang pribadinya.
Baca Juga: Kabel Lampu Jalan Jadi Sasaran Komplotan Pencuri di Bekasi
"Menurut pengakuannya, laptop dijual hanya Rp2 juta. Uang hasil penjualan itu dipakai pelaku untuk menutup utang pribadinya yang mencapai Rp150 juta," ungkap George.
George menambahkan utang ratusan juta tersebut menumpuk akibat kerugian dari usaha penjualan nasi kebuli yang dijalankan oleh pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan
-
Kekeringan Melanda Bekasi: Ini Cara Warga Dapatkan Bantuan Air Bersih Gratis
-
Israel Bunuh Hampir 1.000 Warga Palestina Sejak Oktober
-
Lautan Manusia di Kota Bekasi Rayakan Tahun Baru Islam
-
Paspor Disita dan Alami Kekerasan, Kisah Pilu Pekerja Migran Indonesia di Malaysia