- Pengrajin di Kampung Pandai Besi, Kabupaten Bandung, mengalami lonjakan pesanan ribuan golok menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
- Peningkatan permintaan golok penyembelihan hewan kurban tersebut memberikan dampak ekonomi signifikan bagi para pengrajin dan warga setempat.
- Dinas Pertanian Kabupaten Bandung memprediksi jumlah hewan kurban tahun ini meningkat 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun lalu.
SuaraBekaci.id - Denting palu terdengar nyaris tanpa jeda dari sebuah bengkel sederhana di Desa Mekarmaju, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.
Bara api tungku menyala terang sejak pagi, sementara para pekerja sibuk menempa besi panas menjadi bilah-bilah golok yang akan dikirim ke berbagai daerah.
Di momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kampung Pandai Besi kembali hidup lebih sibuk dibanding hari-hari biasa.
Lonjakan permintaan golok untuk kebutuhan penyembelihan hewan kurban membawa berkah ekonomi bagi para perajin di wilayah tersebut.
Di Saung Bilah, salah satu toko golok yang cukup dikenal di kawasan itu, etalase tampak lebih lengang dari biasanya.
Sejumlah jenis golok bahkan habis diburu pembeli sebelum sempat lama dipajang.
Pemilik Saung Bilah, Pepen Yohana (36), mengatakan peningkatan permintaan mulai terasa sejak satu bulan menjelang Idul Adha.
Namun dalam beberapa pekan terakhir, pesanan datang bertubi-tubi hingga mencapai ribuan bilah.
“Momentum seperti Idul Adha tiap tahun ramai. Kalau kata petani, ini ibarat masa panen,” katanya di Bandung, Selasa (26/5).
Baca Juga: Sesar Lembang Bisa Picu Gempa Magnitudo 7, Warga Bandung Raya Harus Siap Siaga!
Menurut dia, tingginya pesanan tidak hanya datang dari masyarakat sekitar Bandung, tetapi juga dari pedagang besar dan pengepul luar daerah yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
“Kadang ada yang ambil 100 biji, bahkan sampai 1.000 biji,” ujarnya.
Ramainya permintaan golok menjadi penanda meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Idul Adha.
Tradisi kurban yang berlangsung setiap tahun ikut menggerakkan berbagai usaha kecil dan menengah, termasuk sektor kerajinan tradisional seperti pandai besi.
Di Kampung Pandai Besi, peningkatan produksi otomatis membuat roda ekonomi lokal ikut berputar lebih cepat.
Bukan hanya pemilik toko yang merasakan keuntungan, tetapi juga pekerja tempa, pengrajin gagang golok, pemasok kayu, penjual arang, hingga jasa pengiriman barang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Pesan Tegas Plt Bupati Bekasi: Beda Pilihan Boleh, Warga Jangan Jadi Korban!
-
Hati-hati Terjebak Macet! Puncak Arus Balik Libur Maulid Nabi di Jakarta Terjadi Hari Ini
-
Setelah Hampir 10 Tahun Merantau, Yuni Lestari Akhirnya Dipertemukan dengan Ibunya oleh BRI
-
BRI Perkuat Koneksi Finansial Indonesia-Taiwan melalui BRImo Taiwan
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek