- Komisi V DPRD Jabar mengkritisi desain sanitasi USB SMA Negeri 20 Bekasi karena tidak adanya ventilasi memadai.
- Proyek pembangunan yang baru mencapai 72 persen ini mengalami keterlambatan meskipun tenggat waktu penyelesaian semakin dekat.
- Penyelesaian USB ini mendesak karena 700-an siswa SMAN 20 masih menumpang dan belajar sistem shift.
SuaraBekaci.id - Komisi V DPRD Jawa Barat mengkritisi temuan desain sanitasi pada proyek pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 20 Kota Bekasi, yang dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan belajar siswa, akibat tidak adanya sistem sirkulasi udara yang memadai.
Temuan tersebut, mencuat saat inspeksi mendadak (sidak) Komisi V terhadap proyek yang baru mencapai progres 72 persen tersebut, di tengah desakan kebutuhan ruang kelas bagi ratusan siswa yang masih menumpang belajar.
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, dalam keterangan di Bandung, Kamis (5/2), menyoroti penempatan fasilitas toilet di dalam Ruang Kelas Baru (RKB) yang tidak dilengkapi exhaust vent.
Kondisi teknis ini dinilai sepele, namun menurutnya bisa berdampak fatal bagi suasana belajar mengajar.
"Temuan di luar dugaan kami adalah toilet di dalam RKB tidak dilengkapi exhaust vent. Ini sangat rawan, karena bau bisa masuk ke ruang kelas, apalagi jika tekanan udara dari luar ke dalam," ujar Yomanius.
Meskipun pekerjaan belum tuntas sepenuhnya, Yomanius menekankan orientasi utama pembangunan fasilitas pendidikan, haruslah kebermanfaatan dan kenyamanan siswa, bukan sekadar penyelesaian fisik gedung.
Selain soal desain, DPRD Jabar juga menyoroti keterlambatan proyek yang seharusnya rampung menggunakan anggaran tahun 2025.
Tapi, hingga awal Februari 2026, realisasi fisik baru menyentuh angka 72 persen, sementara target penyelesaian sisa pekerjaan diproyeksikan hanya tinggal 15 hingga 20 hari ke depan berdasarkan evaluasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Lilis Nurlaila, memperingatkan bahwa sisa waktu yang sempit ini menuntut komitmen tinggi agar tidak ada lagi siswa yang menjadi korban ketidakpastian infrastruktur.
Baca Juga: Bank Indonesia Benarkan 21 Karung Cacahan Uang di TPS Bekasi
"Pembangunan USB SMA Negeri 20 ini baru sekitar 72 persen, sementara waktu penyelesaiannya sudah semakin terbatas," kata Lilis.
Urgensi penyelesaian gedung ini sangat tinggi, mengingat sejarah SMAN 20 Kota Bekasi yang berdiri sejak 2016 namun masih menempati lokasi sewa dengan sistem pembelajaran bergantian (shift).
Lilis membeberkan, saat ini terdapat sekitar 700 hingga 750 siswa yang nasibnya bergantung pada penyelesaian gedung baru tersebut.
Ironisnya, dari rencana 20 ruang kelas, baru 10 ruang yang siap dimanfaatkan secara bertahap, sementara daya tampung gedung baru nantinya hanya tersedia 11 ruang kelas.
Kendala pembangunan, disebut Lilis cukup kompleks, mulai dari keterlambatan awal pekerjaan, gesekan sosial dengan masyarakat sekitar, hingga masalah akses jalan yang melintasi lahan pihak lain, sehingga memerlukan koordinasi dengan Pemkot Bekasi dan Dinas Bina Marga.
Anggota Komisi V lainnya, Irpan Haeroni, menambahkan peringatan agar upaya mengejar target waktu tidak mengorbankan kualitas bangunan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Perkuat Layanan Digital bagi PMI, BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Siapa Tersangka Baru?
-
BRI Siap Dukung Arahan Presiden Perluas Kepemilikan Rekening Masyarakat
-
Eks Bangunan Liar Disulap Jadi Kawasan Hijau, Ribuan Pohon Ditanam di Sepanjang Bantaran Kali
-
Kebakaran Gunung Awu Meluas, Hillary Brigitta Bagikan 25 Ribu Masker dan Dorong Pemadaman dari Udara