- Jusuf Kalla memperingatkan PTN-BH jangan menambah mahasiswa hanya untuk menutupi defisit anggaran institusi.
- Ia menyarankan tiga strategi kemandirian finansial kampus, salah satunya lewat riset aplikatif bersama industri.
- Kalla menekankan pentingnya optimalisasi aset dan fundraising sistematis melalui jaringan alumni demi mutu pendidikan.
SuaraBekaci.id - Kondisi ekonomi makro yang tengah goyang ternyata berdampak langsung ke "dapur" perguruan tinggi.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan peringatan keras. Jangan jadikan penambahan jumlah mahasiswa sebagai "ATM" untuk menutup defisit anggaran.
Dalam Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik PTN-BH di Universitas Airlangga, Jumat (06/02/2026), sosok yang akrab disapa Pak JK ini blak-blakan menyebut bahwa menambah mahasiswa secara ugal-ugalan justru akan membunuh kualitas pendidikan itu sendiri.
"Tidak mungkin menaikkan jumlah mahasiswa sekaligus meningkatkan mutu. Beban dosen bertambah, waktu riset berkurang, kualitas pasti drop," tegas JK.
Lantas, bagaimana caranya agar PTN-BH tetap mandiri secara finansial tanpa mengorbankan kualitas?
Berikut adalah 3 Jurus 'Anti-Miskin' ala Jusuf Kalla untuk kemandirian kampus:
1. Gandeng Industri lewat Riset Aplikatif
JK menekankan bahwa universitas jangan hanya jadi "menara gading". Belajarlah dari Stanford atau MIT yang melahirkan Silicon Valley.
Kampus harus proaktif bekerja sama dengan dunia industri untuk menciptakan riset yang bisa dikomersialkan.
Baca Juga: Jusuf Kalla Lepas Relawan PMI untuk Bencana Sumatera dan Aceh
Targetnya: Pendanaan bukan lagi dari uang kuliah (UKT), melainkan dari royalti atau kontrak kerja sama penelitian.
2. Putar Otak Lewat Unit Usaha Berbasis Aset
PTN-BH punya keistimewaan dalam mengelola aset. JK menyarankan kampus untuk lebih kreatif mengembangkan unit usaha.
Bukan sekadar menyewakan aula, tapi membangun ekosistem bisnis yang berangkat dari inovasi dan teknologi yang dikembangkan di dalam laboratorium kampus sendiri.
3. Optimalkan Kekuatan 'Alumni Power' (Fundraising)
Jangan remehkan ikatan alumni. JK menyebut banyak lulusan PTN-BH yang kini menduduki posisi strategis di berbagai perusahaan raksasa.
Strateginya: Kampus harus mampu melakukan fundraising yang sistematis. Ajak alumni berkontribusi kembali (giving back) untuk menjaga mutu almamater agar tetap kompetitif di level global.
Mengapa Ini Penting?
JK menyoroti bahwa ruang fiskal pemerintah semakin sempit akibat beban utang dan penurunan pendapatan pajak.
Jika PTN-BH tidak mandiri, risiko besarnya adalah menghasilkan "sarjana pengangguran" karena kompetensi yang tidak sesuai pasar.
"Jangan hanya tanya apa peran ekonomi bagi kampus, tapi tanya apa peran kampus bagi ekonomi nasional," tutup JK.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Kepada 3,8 Juta Debitur
-
Kontroversi Paspor Inggris Anak Alumni LPDP, AHU: Potensi Pelanggaran Hak Anak
-
Konsultasi Hukum: Bolehkah Orang Tua Mengalihkan Kewarganegaraan Anak Secara Sepihak?
-
Sesar Lembang Bisa Picu Gempa Magnitudo 7, Warga Bandung Raya Harus Siap Siaga!
-
36 Penerima Beasiswa LPDP Diperiksa, 4 Orang Wajib Kembalikan Dana Hingga Rp2 Miliar