- Dokter Inge Permadhi menyebut penurunan berat badan drastis adalah tanda kesalahan diet, berpotensi hilangnya otot dan malnutrisi.
- Pola diet salah dapat menyebabkan tubuh lemas karena kekurangan asupan gizi esensial dan menurunkan laju metabolisme tubuh.
- Konsultasi ahli gizi penting untuk menentukan kebutuhan nutrisi harian sebelum memulai diet penurunan berat badan.
SuaraBekaci.id - Dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi menyampaikan bahwa tanda kesalahan dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan dapat berupa penurunan berat badan drastis dan malnutrisi.
"Pertama, kalau misalnya sangat turun berat badan, tetapi kemudian tidak berenergi, jadi lebih ke arah ototnya hilang. Jadi tampak malnutrisi, kurus tapi enggak bagus," kata Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K) ketika dihubungi ANTARA pada Senin (24/11).
Lulusan Universitas Indonesia itu menyampaikan, kesalahan dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan bisa menyebabkan tubuh terasa lemas karena kekurangan asupan gizi dan cairan.
Penerapan pola diet yang salah, menurut dia, juga berpengaruh pada kemampuan metabolisme tubuh.
"Lama-lama kan badan juga mau reserve gitu, menjaga supaya berat badan jangan sampai kondisinya makin jelek, makanya dia harus reserve," katanya.
"Reserve itu mempertahankan apa yang masih tersisa, jadi metabolismenya menjadi rendah," ia menambahkan.
Dokter Inge mengemukakan pentingnya mengatur konsumsi makanan agar kebutuhan nutrisi utama tubuh tetap terpenuhi selama menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan.
Sebelum menerapkan pola diet, menurut dia, sebaiknya mencari tahu asupan nutrisi yang dibutuhkan guna membantu mencapai berat badan yang ideal berdasarkan kondisi tubuh.
"Misalnya berapa banyak sih dia harus makan dalam sehari, telurnya, dagingnya, ikan atau ayamnya, terus nabatinya berapa banyak, itu sayur buahnya berapa banyak. Itu yang harus kita bikin dulu, setelah itu kasih lah olahraganya apa," ia menjelaskan.
Baca Juga: Heboh Dokter Gadungan di Cikarang, IDI Bekasi Beberkan Ciri-ciri Klinik Palsu
Ia menyampaikan bahwa penerapan pola diet sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing, dan dilakukan berdasarkan hasil konsultasi dengan tenaga profesional.
Orang yang kegemukan atau kelebihan berat badan sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi dan kesehatan dalam merencanakan pola diet untuk menurunkan berat badan.
Menurut dokter Inge, pengurangan makanan sumber karbohidrat dan lemak sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi tubuh agar badan tidak lemas saat menerapkan pola diet dan olahraga untuk menurunkan berat badan.
Dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan, menurut dia, pengurangan konsumsi makanan berlemak dan makanan yang digoreng juga sebaiknya dilakukan secara bertahap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
BRI Bahas Strategi Investasi Syariah dan Pengelolaan Aset di Sharia Wealth Forum 2026
-
10 Finalis Seleksi Nasional Karang Taruna Berprestasi 2026 Bersaing Menuju 5 Besar, Ini Daftarnya
-
BRI Dorong Ekosistem Perumahan, Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur
-
Jelang Pilkades Serentak 2026, Ini Pesan Tegas Kapolres ke Calon Kades
-
Jakarta Bersih-bersih Kabel Semrawut Lewat Gerakan 5M