- Polsek Kramat Jati mengungkap kasus pembunuhan pemuda MNF (19) pada 17 November di Condet, Jakarta Timur, dipicu motif kecemburuan RS (20).
- Kecemburuan RS dipicu karena ia membelikan baju untuk pacar temannya (N), yang kemudian menyebabkan perselisihan dengan korban MNF.
- Pelaku RS ditetapkan sebagai tersangka atas pasal pembunuhan berencana dan penganiayaan, setelah menusuk korban dengan sangkur saat terjadi cekcok fisik.
SuaraBekaci.id - Polsek Kramat Jati mengungkap motif cemburu dan kronologi lengkap terkait kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan seorang pemuda berinisial MNF (19) di Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Kasus bermula empat hari sebelum kejadian, tepatnya pada 10 November 2025, ketika pelaku RS (20) meminta bantuan pacar korban hidup MH (19) berinisial N, untuk ditemani membeli kue ulang tahun pacar RS yang berulang tahun pada 14 November," kata Kapolsek Kramat Jati AKP Pesta Hasiholan Siahaan saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Timur, Selasa (18/11).
Saat bertemu, pelaku menawarkan apakah N ingin dibelikan baju. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung membelikan dua baju untuk N dan pacarnya.
Tindakan RS inilah yang kemudian memicu kecemburuan dan kemarahan korban MNF (19).
"Dari situ timbul perselisihan dan cekcok lewat WhatsApp antara pelaku dan korban. Mereka sepakat bertemu di sekitar lokasi pelaku tinggal, di Jalan Raya Cililitan," ujar Pesta.
Pada 17 November, sekitar pukul 17.30 WIB, kedua pihak tanpa sengaja bertemu di lokasi kejadian.
Melihat korban MNF dan MH mendekat, pelaku spontan berlari ke kamar kosnya di lantai dua untuk mengambil sebilah senjata tajam yakni sangkur.
Setelah mengambil senjata tajam tersebut, pelaku kembali turun dan berhadapan dengan kedua korban hingga terjadi percekcokan.
"Korban (hidup) MH lebih dulu memukul pipi kiri pelaku, disusul rekan korban MNF memukul kepala pelaku menggunakan helm. Pelaku menangkis dengan tangan kiri sementara tangan kanannya mengayunkan sangkur ke arah leher kiri korban," jelas Pesta.
Baca Juga: Pemilik Toko Sembako di Bekasi Tewas Mengenaskan, Pelaku Karyawan Korban
Tusukan yang mengenai leher membuat korban MNF tersungkur dan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara MH mengalami tiga luka tusukan di bagian punggung kanan dan kiri, lalu langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Hingga saat ini, korban MH masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati. Polisi menyebut perkembangan kondisi korban masih menunggu hasil evaluasi dokter.
"Untuk kondisi korban luka tusuk, masih menjalani perawatan. Kami belum bisa menyatakan sembuh atau belum," ucap Pesta.
Selain itu, Pesta menegaskan tidak ada perebutan pasangan antara pelaku dan korban
"Korban yang meninggal bukan pacar dari perempuan berinisial N. Korban hanya ikut membantu temannya menyelesaikan perselisihan," tegas Pesta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Jalani Sidang Korupsi Chromebook Saat Sakit, Nadiem Makarim: Besok Saya Harus Operasi
-
Viral Wamentan Laporkan Kinerja Sektor Pertanian ke Jokowi
-
Gerebek Pasar Babelan, Polres Metro Bekasi Ringkus Pengedar Ratusan Butir Obat Keras
-
Stok Solar Kembali Tersedia di Harga Rp30.890 per Liter
-
Hillary Brigitta Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Untuk Kesetaraan Peluang Kerja