SuaraBekaci.id - Korban penyiraman air keras di Medan Satria, Kota Bekasi berinisial VU (32) terpaksa harus menjual sepeda motornya agar dapat membayar biaya pengobatannya selama di rumah sakit.
"Motor korban sudah terjual untuk pengobatan," kata adik korban TA, saat dihubungi Senin (23/12/2024).
TA menyebut, korban kini telah dipulangkan dari rumah sakit. Namun, luka yang dialami belum sembuh total, sehingga korban masih harus menjalani pengobatan rawat jalan.
"Kami rawat jalan, Mas (korban) pakai BPJS Ketenagakerjaan. Jadi bolak-balik untuk kontrol dan bolak-balik panggil suster untuk membersihkan luka," ucapnya.
Selain itu, TA juga mengatakan korban harus mengeluarkan dana belasan juta untuk perbaikan mobilnya yang sudah lima kali dirusak pelaku.
"Untuk mobil sepertinya Rp 14 juta, untuk pengobatan sepertinya Rp 10 juta," jelas TA.
TA menambahkan, sejauh ini korban telah mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Kamis (19/12/2024) lalu.
Dari hasil komunikasi dengan pihak LPSK, korban akan dibantu dalam bentuk perlindungan fisik, pemberian hak atas pembiayaan dan pemberian hak atas informasi.
Selanjutnya, korban juga akan menerima perlindungan hukum, bantuan medis, rehabilitasi psikologis korban dan psikososial, fasilitas restitusi dan kompensasi.
Baca Juga: Ngeri! Teror Penyiraman Air Keras di Bekasi, Wantai 20 Tahun Jadi Korban
Diketahui, penyiraman air keras yang dialami VU merupakan teror keenam yang yang terjadi sejak 4 bulan terakhir. Teror pertama terjadi pada Agustus 2024, keempat ban mobil korban ditusuk menggunakan pisau oleh pelaku.
Teror kedua terjadi pada September 2024, pukul 03.30 WIB. Pelaku saat itu melempar batu ke arah kaca depan mobil korban. Dua minggu setelah itu, mobil korban kembali dirusak menggunakan martil.
Keempat terjadi pada awal Oktober 2024, pelaku melemparkan batu ke bagian kaca belakang mobil korban. Dua pekan setelah itu atau 21 Oktober 2024 pelaku kembali datang dan melemparkan bom molotov hingga bagian dalam mobil korban terbakar.
Polres Metro Bekasi Kota mengaku hingga saat ini belum berhasil mengungkap pelaku dibalik teror berulang yang dialami oleh VU.
Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Dani Hamdani mengatakan, pihaknya mengalami kesulitan dalam mengungkap kasus teror tersebut.
"Kami masih menghadapi kesulitan karena minimnya informasi tentang pelaku. Rekaman CCTV yang ada belum dapat mengidentifikasi wajah pelaku dan identitas kendaraan," kata Dani dalam keterangannya, Rabu (18/12/2024).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
BRI: Tata Kelola Perusahaan yang Kuat Jadi Prasyarat Utama Menjaga Keberlanjutan Bisnis
-
Kabupaten Bekasi Diserbu Sampah Liar
-
BRI Peduli Bekali 60 Purna PMI di Cirebon dengan Pelatihan dan Pendampingan Usaha
-
Kaca Mobil Adinda Cresheilla Hancur Dilempar Batu, Polisi Buru Pelaku
-
Kedok Warung Kopi di Bekasi Terbongkar, Ternyata Jadi Sarang Peredaran Obat Keras